JAKARTA, AKURATNEWS.co — Dari balik hiruk-pikuk dunia seni, nama Melly Goeslaw kembali muncul dalam panggung yang berbeda.
Kini bukan sebagai pencipta lagu, melainkan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra yang tampil membela isu kemanusiaan dalam forum internasional yang sarat nilai dan tanggung jawab global.
Melly hadir dalam Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota OKI, yang digelar sejak 12 hingga 15 Mei 2025 di gedung DPR/MPR, Jakarta.
Indonesia sendiri mendapat kehormatan menjadi tuan rumah sekaligus Presiden PUIC yang baru, menandai babak baru dalam diplomasi antar parlemen dunia Islam.
Sebagai perwakilan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Melly Goeslaw bergabung dengan anggota DPR lainnya seperti Hj Himmatul Aliyah dari Fraksi Gerindra, Eva Monalisasi dari Fraksi PKB, serta Ruby Chairani.
Mereka turut menyambut lebih dari 500 delegasi dari 57 negara anggota OKI yang berkumpul dalam forum akbar ini.
Namun, sorotan tak sekadar tertuju pada perhelatan diplomatik dan seremonial. Di ruang sidang internasional tersebut, Melly tampil menyuarakan keprihatinan yang mendalam terhadap nasib perempuan dan anak-anak di wilayah konflik. Nada suaranya tegas, namun penuh empati.
“Sebagai seorang perempuan, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap perempuan dan anak-anak yang berada di daerah konflik,” ungkap Melly dalam pernyataannya yang disambut tepuk tangan hangat dari peserta konferensi.
Baginya, perlindungan terhadap kelompok rentan bukan sekadar tugas kemanusiaan, melainkan ujian nyata atas nilai-nilai moral dan solidaritas dunia Islam.
“Ketika kita melindungi perempuan dan anak-anak dari kebrutalan perang, kita menegaskan fondasi perdamaian,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh parlemen negara OKI untuk tidak hanya berhenti pada retorika, melainkan mengambil langkah nyata dan terukur.
Konferensi PUIC ke-19 tahun ini mengangkat tema “Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience”, menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan kuat sebagai kunci ketahanan dunia Islam.
Dalam konteks ini, Indonesia melalui DPR RI ingin menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat solidaritas antarnegara Muslim, terlebih dalam memperingati 25 tahun berdirinya PUIC.
Tidak kurang dari 11 ketua parlemen dan delapan wakil ketua parlemen telah hadir di Jakarta, menandai besarnya komitmen dunia Islam terhadap kerja sama antar parlemen.
Sejak didirikan pada 17 Juni 1999 dan bermarkas di Teheran, Iran, PUIC menjadi wadah penting untuk koordinasi dan penguatan kebijakan di berbagai sektor, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan itu, Melly Goeslaw mengakhiri pernyataannya dengan ajakan moral yang menyentuh.
“Marilah ini menjadi komitmen bersama kita untuk berdiri bersama mereka yang paling rentan, tidak hanya dalam pernyataan, tetapi juga dalam tindakan tegas,” ujar penyanyi ini.
Tak hanya meninggalkan jejak dalam industri musik, Melly kini turut menorehkan peran dalam panggung diplomasi global.
Dan mungkin, lewat suara yang dulu dikenal lewat lirik dan nada, kini ia menyalurkan kepeduliannya untuk dunia dengan suara politik dan nurani. (NVR)
