JAKARTA, AKURATNEWS.co – Saat tren film horor dan drama perselingkuhan masih kuat
menarik penonton ke bioskop, film biografi ‘Lafran’ hadir mencoba menjadi alternatif bagi penonton
yang ingin menyaksikan tema lain.

Film yang kental dengan kisah epos kepahlawanan, spirit perjuangan, inspratif dan memotivasi ini dihadirkan  Majelis Nasional (MN) KAHMI, Reborn Initiative dan Radepa Studio. Diproduksi sejak 2019, lalu terkendala pandemi, dilanjutkan proses pasca produksi dan baru bisa dirilis di Juni 2024
ini.

Film biografi Lafran ini bertutur tentang pahlawan nasional Lafran Pane, pendiri organisasi
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Perjuangan Lafran mendirikan organisasi HMI diwarnai menguatnya perdebatan tentang keislaman dan nasionalisme setelah Indonesia Merdeka.

Bagi Lafran yang juga adik dari Sanusi dan Armijn Pane ini, mahasiswa adalah kelompok non partisan dan independen yang bisa menjadi gerakan dalam memperjuangkan semangat keindonesiaan, menjadi wadah perjuangan bagi tegaknya bangsa dan umat.

Peluncuran film sekaligus ajang nonton bareng (nobar) dan silaturahmi keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).ini pada Minggu (16/6) pun tampak meriah dan dihadiri mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hingga Menparekraf Sandiaga Uno.

Sejumlah tokoh senior-senior HMI seperti mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia, dan mantan Ketum PB HMI Anas Urbaningrum pun hadir di acara yang digelar di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta ini.

Para tokoh ini mengapresiasi dan angkat topi atas pesan-pesan moral yang terkandung dalam film ‘Lafran’ ini. Film ini dinilai sangat bagus untuk jadi contoh para generasi bangsa.

“Sangat bagus. Khususnya untuk anak-anak muda yang mengerti bahwa perjuangan itu tidak mudah. Film ini juga menyampaikan pesan bahwa perjuangan itu penuh halangan. Namun, sosok Lafran bisa menghadapi itu dan berhasil mencapai dengan baik,” ujar JK  usai nobar.

Sementara Anies Baswedan menilai, tim pembuatan film ini terbilang hebat untuk memproduksikan kisah Lafran Pane menjadi film. Ia pun berharap film seperti ini akan lebih banyak lagi.

“Indonesia banyak stok orang-orang seperti Lafran Pane yang bisa jadi inspirasi. Dan mudah-mudahan kisah ini bisa membuat film Indonesia tuan rumah di negeri sendiri dan tamu memesona di negeri orang,” ucap Anies.

Menurutnya, kisah perjuangan seperti Lafran Pane dapat menjadi inspirasi hingga dunia Internasional.

“Saya senang ada subtitle dalam bahasa Inggris yang membuat mudah-mudahan film ini juga bisa jadi inspirasi di dunia internasional,” ucap Anies.

Senada dengan keduanya, Menparekraf Sandiaga Uno berharap film ini bisa tembus minimal 1,5 juta penonton.

“Saat ini sudah 60 persen film-film di bioskop dikuasai  film Indonesia dan ini menjadi kebangkitan perfilman nasional kita,” ujarnya.

Sandiaga pun melihat, film-film biopik atau biografi yang mengangkat perjuangan seorang tokoh seperti ini akan diminati masyarakat luas. Apalagi ceritanya menyangkut bagaimana aktivitas Islam di Indonesia itu menjadi sebuah cerita di tengah geopolitik dan cerita ini sangat layak dijual. (NVR)

By Editor2