SOLO, AKURATNEWS.co – Elektabilitas capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan yang meningkat setelah PKB bergabung dengan Koalisi Perubahan dan Muhaimin Iskandar diumumkan sebagai cawapres.

Menurut pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr. Bramastia, faktor pertama hal ini lantaran situasi politik di pemerintahan Jokowi yang semakin menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.

Banyak kebijakan blunder yang muncul di masa akhir pemerintahan Jokowi yang telah membuat pendukungnya menjadi lebih kritis. Akibatnya, dukungan mulai bergeser ke Anies Baswedan.

Faktor kedua adalah ketidakjelasan sikap Jokowi dalam menentukan dukungannya untuk Pilpres 2024. Ketidakpastian ini telah membuat pendukung Jokowi merasa bingung, terutama karena tidak terlihat adanya perubahan signifikan selama akhir pemerintahan.

Penyebab ketiga adalah dukungan dari PKB dan penunjukan Cak Imin sebagai cawapres. Hal ini telah memperkuat dukungan dari warga NU kepada calon presiden dari Koalisi Perubahan. Muhaimin dengan cerdas mempengaruhi massa NU dan mengkonsolidasikannya, membuat suara AMIN menjadi sangat signifikan.

Survey Indo Riset pada 11-18 September 2023 menunjukkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan meningkat dari 22 persen pada Agustus 2023 menjadi 25,2 persen pada September 2023. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk bergabungnya PKB dalam Koalisi Perubahan dan kenaikan dukungan pemilih di beberapa provinsi penting.

Hasil survey Politika Research & Consulting (PRC) pada 8-12 September 2023 juga mencatat kenaikan elektabilitas Anies di Jawa Timur dalam waktu yang singkat setelah deklarasi AMIN pada 2 September 2023, dari 14 persen pada bulan April 2023 menjadi 18,3 persen pada bulan September. (NVR)

By Editor1