JAKARTA, AKURATNEWS.co – Tak mudah bagi film ‘Gundik’ untuk bisa tayang di bioskop Tanah Air.

Sejumlah isi dari konten film ini diminta Lembaga Sensor Film (LSF) direvisi karena dinilai mengandung unsur kekerasan berlebihan, joke yang sensitif serta sensualitas yang dianggap terlalu eksplisit

“Dari sejumlah film-film saya yang mendapat tinjauan dari LSF, film ini yang paling panjang prosesnya. Bahkan ketimbang film ‘Siksa Neraka’. Film ini disebut paling banyak darah dibanding film-film saya sebelumnya,” ujar sutradara ‘Gundik’, Anggy Umbara saat perilisan poster dan teaser di Jakarta, Minggu (16/3).

Film horor ini memang menampilkan kekuatan mistis yang kental serta visual dan audio yang terkesan mewah dan mencekam.

Dalam teaser yang perdana ditampilkan, terlihat suasana yang penuh ketegangan, darah, serta unsur horor yang unik.

Tak hanya itu, poster yang sudah dipersiapkan untuk bioskop juga tidak lulus sensor LSF. Alhasil, Anggy dan tim menyodorkan poster yang sebenarnya dipersiapkannya untuk festival film internasional.

“Poster yang dirilis hari ini adalah poster yang dipersiapkan untuk international festival. Tapi pas dikasih ini, malah diterima LSF,” beber Anggy.

Dalam film ini, Luna Maya berperan sebagai seorang gundik, wanita simpanan para pejabat negara yang ternyata adalah sosok Sang Nyai, penguasa Pantai Laut Selatan.

Karakter yang ia mainkan tidak hanya sensual, tetapi juga menakutkan, dengan aura mistis yang kuat.

Akting Luna disebut sangat menghipnotis dan membawa penonton ke dalam realitas yang gelap serta menyeramkan.

Anggy yang kembali ke gaya khasnya dalam menggarap film horor dengan sentuhan liar dan berani mengungkapkan, Luna Maya adalah pilihan utama untuk peran ini. Seperti diketahui, Anggy dan Luna sebelumnya pernah bekerja sama dalam sebuah film horor yang sukses besar.

Selain Luna Maya, film ini juga dibintangi oleh Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Ratu Sofya, Rukman Rosadi, Tyo Pakusadewo, Arief Didu, dan aktor-aktor lainnya yang memberikan warna tersendiri dalam cerita.

Film ‘Gundik’ mengisahkan tentang empat perampok yang berencana merampok rumah seorang gundik. Namun, mereka tidak menyadari bahwa perempuan tersebut memiliki kekuatan mistis yang mengancam nyawa mereka.

Dengan nuansa yang penuh kritik terhadap keserakahan, sejarah kelam, serta relasi kekuasaan yang mematikan, film ini menawarkan substansi lebih dalam di balik horor yang ditampilkan.

Apakah ‘Gundik’ akan mengalami perubahan signifikan akibat sensor ini? Jawabannya akan terlihat saat film ini resmi dirilis pada 22 Mei 2025 di bioskop Indonesia. (NVR)

By editor2