JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pelaksanaan Pemilu 2024 yang sudah di depan mata masih perlu disosialisasikan secara masif. Atas hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar simulasi pencoblosan dan penghitungan suara Pemilu 2024 pada Senin (18/12).

Simulasi perdana di DKI Jakarta ini digelar di halaman kantor KPU Kota Jakarta Timur dengan dihadiri perwakilan komisioner dan anggota KPU se-DKI Jakarta.

“Simulasi ini bukan hanya untuk mencatat waktu secara detil, tapi kami juga ingin secara detil menunjukkan pelayanan di TPS seperti apa,” ujar Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta, Dody Wijaya.

Simulasi dimulai dengan persiapan anggota KPPS membuka Tempat Pemungutan Suara (TPS). Lima bilik suara disiapkan termasuk papan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) dan Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2024.

Pembukaan TPS dimulai dengan pengambilan sumpah petugas KPPS yang disaksikan saksi dan pemilih yang telah hadir. Selanjutnya, petugas KPPS membuka satu per satu kotak suara yang sebelumnya masih tersegel. Satu kotak suara mewakili pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD.

Petugas KPPS kemudian mengeluarkan sejumlah surat suara dari setiap kotak suara, lalu dihitung. Jumlahnya mengacu kepada jumlah DPT, ditambah dua persen surat suara cadangan.

Petugas KPPS kemudian menjelaskan teknis pemungutan suara, jenis surat suara, hingga hal-hal yang dilarang dilakukan saat pemungutan suara. Simulasi berlanjut ke sesi pencoblosan. Petugas KPPS memanggil satu per satu nama pemilih.

Mereka dipanggil berdasar urutan kedatangan. Sebelum memasuki bilik suara, pemilih harus menunjukan formulir C6 atau undangan memilih. Adapun pemilih disabilitas yang memerlukan pendampingan, akan dibantu Petugas Pengamanan (PAM) TPS.

Petugas ini diwajibkan mengisi formulir C Pendamping dan diharuskan merahasiakan pilihan pemilih. Selanjutnya, pemilih akan surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif.

Pemilih pun dipersilahkan memasuki bilik suara untuk mencoblos. Usai selesai memilih, pemilih langsung diarahkan menuju meja kotak suara dan mencelupkan salah satu jarinya ke tinta berwarna ungu.

Guna mengantisipasi kesehatan para petugas KPPS, KPU DKI juga telah mengeluarkan surat edaran pemberian fasilitas kesehatan gratis bagi anggota KPPS.

“Pemeriksaan kesehatan untuk calon KPPS ini gratis. Bisa dikomunikasikan dengan Puskesmas kelurahan masing-masing,” ujar Dody.

Dalam surat edaran itu, pemeriksaan yang akan dilakukan bagi para calon anggota KPPS adalah cek tekanan darah, kolesterol dan gula darah.  Selain itu, juga akan dilakukan pemeriksaan paru-paru dan panca indera bagi setiap calon anggota KPPS. Pemeriksaan kesehatan ini diharapkan dapat membuat petugas dalam kondisi sehat selama bertugas. (NVR)

By Editor1