BANJAR, AKURATNEWS.co – Setelah sempat ditutup, KA Pangandaran rute Jakarta-Banjar kini kembali dibuka. Mulai 24 Januari 2024, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali membuka rute ini dengan jadwal keberangkatan dari Gambir pukul 09.30 WIB dan sampai Banjar pukul 16.25. Lalu dari Banjar pukul 16.55 WIB dan sampai Gambir pukul 00.49 WIB.
KA ini terdiri dari empat rangkaian eksekutif dan empat rangkaian ekonomi premium yang dilengkapi dengan kereta makan dan kereta pembangkit. Total ada 10 rangkaian.
Untuk tarifnya sendiri saat ini masih promo. Untuk kelas ekonomi premium, tarifnya Rp180 ribu dan tarif kelas eksekutif Rp296 ribu.
“Jadi, karena kebetulan masih promo, tarif tiketnya masih di bawah normal,” beber Kepala Statiun (KS) Banjar, Heri Susanto, Selasa (23/1).
“Untuk pemesanan juga bisa dilakukan di aplikasi online KAI,” imbuh Heri.

Untuk diketahui, Jika KA Argo Parahyangan beroperasi di koridor Jakarta-Bandung atau Priangan Barat, KA Pangandaran tembus hingga Priangan Timur yakni Banjar. Rencananya kereta ini akan diperpanjang ke Pangandaran bila lintas cabang Banjar-Pangandaran-Cijulang direaktivasi kelak.
Pada saat launching pertama rute ini pada 2 Januari 2019, masterplan ke sana memang sudah ada, meski yang baru dikerjakan reaktivasi Cibatu-Garut.
Saat pertama diluncurkan, PT KAI memberi promo tiket seribu rupiah yang berlangsung hingga Juni 2019. Setelahnya mulai diberlakukan tarif normal untuk kelas eksekutif Rp100 ribu dan ekonomi premium dengan tarif Rp50 ribu untuk koridor Bandung- Banjar.
Sedangkan dari Gambir ke Banjar dan sebaliknya Rp 225.000 eksekutif dan Rp 135.000 premium. Gambir Bandung PP masih mengikuti tarif KA Argo Parahyangan.
Sayangnya begitu tarif komersial berlaku okupasinya menurun sangat tajam. Kecuali keberangkatan dari Gambir, rute Bandung-Banjar benar-benar sepi. Jika dipersentase, okupasinya tak sampai 30 persen.
Pandemi Covid-19 yang diikuti kebijakan PSBB Total menambah parah sepinya penumpang KA ini. Apalagi sebelum pembatasan total terjadi, Stasiun Tasikmalaya ditutup total seiring pemberlakuan
karantina wilayah di sana. Apalagi Tasikmalaya merupakan salah satu destinasi penting yang dilayani KA Pangandaran.
Dijelaskan Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Mahendro Trang Bawono, banyak saran dan masukan dari masyarakat ihwal pengoperasian kembali KA Pangandaran. Ia pun membeberkan alasan mengapa PT KAI menghentikan operasional KA Pangandaran.
“Perlu diketahui sejak dioperasikan pertama kali sampai dihentikan, okupansi penumpang KA Pangandaran cenderung mengalami penurunan,” ujar Mahendro seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/2/2023) lalu.
Ia tidak menutup kemungkinan mengoperasikan kembali KA Pangandaran. Terlebih, jika minat masyarakat terhadap KA Pangandaran mengalami peningkatan.
“PT KAI selalu terbuka terhadap segala saran dan masukan, yang tentunya bisa berguna untuk peningkatan layanan KAI ke depannya,” ujarya.
Lalu bagaimana respon warga Banjar terkait pembukaan kembali KA Pangandaran ini?
“Tarifnya kemahalan,” ujar Lina, warga Banjar.
“Trus ke Pangandarannya lanjut naik apa,” ujar Rudi, warga asal Banjar yang kini tinggal di Bogor.
Sedangkan warga Banjar lainnya, Tanti menyambut baik kehadiran KA Pangandaran ini.
“Kalau ke Jakarta sih sepertinya sekarang bakal laku, kan sekarang belum ada kereta eksekutif ke Jakarta dari Banjar,” ujarnya.
“Semoga nggak ditutup lagi,” ujar Rochatiah, warga Banjar lainnya. (NVR)
