JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan 80 Tahun Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan peringatan keras dan tajam terhadap realitas yang masih mencederai semangat kebangsaan: maraknya penyelewengan, korupsi, dan manipulasi di dalam tubuh pemerintahan.

Pernyataan beliau ini bukan basa-basi, melainkan sinyal kuat bahwa era pembiaran harus diakhiri.

Ketegasan Presiden dalam menyebut bahwa “masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi, yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan, di tubuh kekuasaan,” mencerminkan keberanian untuk melihat masalah secara jernih dari dalam. Ini bukan kritik oposisi, melainkan evaluasi pemimpin tertinggi negara yang ingin memulihkan marwah birokrasi dan integritas institusi negara.

Lebih lanjut, seruan Presiden agar pejabat yang tidak kompeten segera mundur adalah pesan jelas: jabatan publik bukan tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah untuk melayani rakyat. Ini seharusnya menjadi cambuk bagi para pemangku jabatan untuk berkaca—apakah mereka hadir untuk bangsa, atau sekadar menumpang hidup dalam sistem?

Peringatan Presiden harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi, penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu, serta penguatan sistem pengawasan menjadi keharusan. Kita tidak bisa membiarkan pesan tegas ini menguap begitu saja tanpa perubahan struktural dan budaya kerja yang bersih.

Sudah terlalu lama rakyat dibuat apatis oleh sandiwara penegakan hukum dan reformasi birokrasi yang tidak menyentuh akar masalah. Jika pemerintah benar-benar serius, momentum ini harus menjadi awal dari gerakan nasional pembersihan aparatur negara dari para oportunis dan aktor-aktor manipulatif.

Kita menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo untuk memimpin dengan keberanian moral yang konsisten. Karena untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, tidak cukup dengan visi besar. Dibutuhkan juga ketegasan untuk membersihkan rumah sendiri./Teg.

 

By Editor1