Kilang Minyak Rusia Diserang drone Ukraina (Foto: Istimewa)

JAKARTA, AKURATNEWS.co –  Rusia menghadapi masalah kelangkaan BBM, halitu disebabkan oleh serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menyebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) semakin parah.

Antrean kendaraan mulai terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Moskwa. Data aplikasi pemantauan Gdebenz menunjukkan ketersediaan bensin secara nasional hanya mencapai 28% dari total stasiun pengisian bahan bakar pada Rabu (20/8/2026), turun dari 41% sepekan sebelumnya.

Pembatasan pembelian BBM, termasuk pembatasan volume pembelian per konsumen, sistem penjatahan berbasis kode QR, serta pembatasan berdasarkan nomor pelat kendaraan, diberlakukan di hampir seluruh wilayah Rusia hingga Sabtu (15/8/2026), berdasarkan data Benzinmap yang memantau pembatasan dan harga BBM di seluruh negeri.

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar milik Gazprom Neft di Moskwa membatasi pembelian maksimal 40 liter setiap pengisian. Sementara itu, Tatneft menetapkan batas 50 liter untuk bensin dan 60 liter untuk solar.

Layanan Yandex Fuel pada Rabu menunjukkan bensin AI-92 hanya tersedia di sekitar satu dari 10 stasiun pengisian bahan bakar di Moskwa.

Kelangkaan tersebut terjadi akibat serangkaian serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia. Serangan itu merupakan bagian dari upaya Kyiv melemahkan kemampuan Rusia dalam mendukung perang di Ukraina.

Hingga awal Juli 2026, seluruh kilang minyak utama Rusia dilaporkan telah menjadi sasaran serangan setidaknya satu kali.

Dalam dua pekan pertama Agustus 2026, hampir 12 fasilitas energi kembali diserang, termasuk kilang Yaroslavnefteorgsintez di Yaroslavl, dua kilang di Bashkortostan, serta infrastruktur ekspor di Pelabuhan Ust-Luga.

Majalah Forbes Rusia menghitung fasilitas kilang yang rusak kini mencakup sekitar 54% dari total kapasitas pengolahan minyak Rusia.

Produksi bensin harian Rusia turun menjadi sekitar 75.000 hingga 80.000 ton pada Juli 2026. Angka tersebut jauh di bawah permintaan selama musim panas yang mencapai 115.000 hingga 120.000 ton per hari. Dengan demikian, Rusia menghadapi kekurangan pasokan sekitar 35% per hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui adanya kelangkaan BBM pada akhir Juli 2026 dan menyebut dampaknya tidak kritis. Pernyataan serupa kembali disampaikan Putin pada Rabu.

“Tidak ada konsekuensi kritis dari serangan tersebut, tidak pernah ada dan tidak mungkin ada. Namun, serangan tersebut tentu saja menimbulkan kerugian bagi kami. Itu jelas, kami memahami, melihat, dan mengetahuinya,” ujar Putin./Ib.

By Editor1