JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di layar ponsel, cuma butuh tiga kali tap, pilih jenis kurban, bayar, selesai. Tapi di balik layar itu, satu klik bisa mendorong ekonomi satu desa.

Hal inilah yang kini digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) lewat program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026.

Program ini resmi diluncurkan di Jakarta, Jumat (17/4) oleh Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid.

Sodik menyebut, kurban tahun ini bukan cuma soal ibadah. Tapi soal bikin daging sampai ke daerah 3T, sekaligus memutarkan rezeki peternak kecil binaan BAZNAS.

“Potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan. Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun,” kata Sodik di Jakarta, Jumat (17/4).

BAZNAS dikatakannya, membuka semua pintu, mau kurban lewat website, e-commerce, fintech, digital banking, sampai kasir ritel juga bisa.

Tahun lalu saja, 80 persen pembayaran kurban BAZNAS masuk lewat website resmi. Sisanya lewat marketplace dan fintech yang menyumbang 6,8 persen.

Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menambahkan, caranya simpel.

“Cukup akses platform tersebut, lalu memilih jenis kurban yang tersedia, yaitu tiga kategori: standar, medium dan premium,” ujarnya.

Tapi yang bikin beda, hewan kurbannya datang dari Balai Ternak BAZNAS. Isinya peternak mustahik yang nggak cuma dikasih kambing atau sapi, tapi juga didampingi dari nol: cara budidaya, manajemen kandang, sampai menguatkan usaha.

“Ketika masyarakat berkurban melalui BAZNAS, mereka turut memberdayakan ekonomi peternak kecil,” tegas Sodik.

Artinya, satu ekor kambing yang kamu kurbanin udah ngasih tiga dampak sekaligus: ibadahmu sah, perut dhuafa keisi, dapur peternak desa ngebul.

Bicara angka, kurban di Indonesia memang raksasa. Tahun 2025, realisasi kurban nasional tembus Rp21,1 triliun. Rinciannya: Rp2,3 triliun atau 790.554 ekor doka dikelola BAZNAS se-Indonesia dan LAZ, sisanya Rp18,8 triliun atau 1,96 juta ekor dikelola mandiri oleh ormas, DKM, dan masyarakat.

Tahun ini, BAZNAS se-Indonesia plus LAZ memasang target 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun. Khusus BAZNAS RI, targetnya minimal 6.000 ekor setara domba/kambing.

Itu belum termasuk BAZNAS daerah dan lembaga mitra. Jadi totalnya bisa jauh lebih gede.

BAZNAS juga berjanji jika distribusi kurban akan sampai ke seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T, daerah rawan pangan, dan kawasan yang jarang kebagian daging kurban.

Biar bisa tembus daerah susah akses, BAZNAS juga menyiapkan inovasi yakni kurban olahan dan kemasan kaleng. Satu ekor sapi bisa jadi 250 kaleng kornet kurban yang tahan lama dan gampang dikirim ke pelosok.

Berikut harga Kurban BAZNAS 2026:

1. Doka Standar: Rp2.450.000
2. Doka Medium: Rp2.900.000
3. Doka Premium: Rp3.100.000
4. Sapi: Rp21.000.000
5. Kurban Kaleng (1 ekor = 250 kaleng): Rp21.000.000

Sodik juga menyebut, masyarakat tak perlu ragu menyalurkan kurbannya karena BAZNAS menggunakan prinsip 3A: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

“Dengan prinsip ini, kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga aman secara tata kelola dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Sodik.

Wakil Ketua BAZNAS Zainut Tauhid Sa’adi dan Deputi II M. Imdadun Rahmat yang ikut hadir juga menegaskan, kurban via BAZNAS mau dijadiin ibadah yang efeknya dobel: pahala dapet, solidaritas sosial naik, keadilan buat yang butuh juga kena.

“Insya Allah, kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS akan memberikan keberkahan yang lebih luas, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Pamungkas, kurban tahun ini bisa dari mana aja. Dari HP di kamar, dari kasir minimarket, tapi dampaknya sampai  kandang di desa dan piring di pelosok. (NVR)

By editor2