VATIKAN, AKURATNEWS.co — Sebanyak 133 kardinal yang memenuhi syarat telah berkumpul di Roma untuk mengikuti konklaf 2025 atau pemilihan Paus baru sebagai pengganti Paus Fransiskus. Proses bersejarah ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 Mei 2025 di Kapel Sistina.

Gereja Katolik saat ini memiliki 135 kardinal berusia di bawah 80 tahun yang secara kanonik berhak mengikuti konklaf 2025. Namun, dua di antaranya absen karena alasan kesehatan, sehingga jumlah pemilih resmi menjadi 133 kardinal dari 71 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Kardinal Kevin Farrell, yang sementara memimpin Vatikan hingga terpilihnya paus baru, telah menyelesaikan proses pengundian untuk pembagian kamar bagi para kardinal. Semua peserta ditempatkan di Casa Santa Marta, tempat tinggal resmi selama konklaf 2025.

Juru bicara Vatikan Matteo Bruni menjelaskan bahwa selama konklaf 2025, para kardinal dapat berpindah dari Santa Marta ke Kapel Sistina dengan berjalan kaki melalui jalur khusus yang dijaga ketat.

Setiap kardinal akan mengucapkan sumpah kerahasiaan sebelum memberikan suara. Pemungutan suara dilakukan dua kali di pagi hari dan dua kali di sore hari, hingga tercapai suara dua pertiga untuk satu calon paus.

Proses pemungutan suara bersifat rahasia dan tidak diketahui oleh siapa pun selain para kardinal. Surat suara dibakar setelah setiap sesi:

Jika belum ada paus terpilih, asap hitam akan terlihat dari cerobong Kapel Sistina, hasil dari campuran kalium perklorat, antrasena, dan sulfur.

Jika paus baru telah terpilih, maka asap putih akan mengepul, hasil pembakaran dengan kalium klorat, laktosa, dan resin kloroform.

Terakhir kali asap putih terlihat dari Kapel Sistina adalah pada 13 Maret 2013, saat Kardinal Jorge Mario Bergoglio terpilih dan memperkenalkan dirinya sebagai Paus Fransiskus.

Kini, dunia kembali menanti siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan spiritual lebih dari 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia dalam konklaf 2025./Ib.

By Editor1