MEDAN, AKURATNEWS.co – Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPW Partai NasDem Sumatera Utara (Sumut) telah mengirimkan somasi kepada Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait hasil survei elektabilitas capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di Sumut yang hanya mencapai lima persen.
Somasi ini dilayangkan karena pihak DPW NasDem Sumut merasa tidak puas dengan hasil survei tersebut.
Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST mengungkapkan, hasil survei LSI Denny JA tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan.
Menurutnya, terdapat kejanggalan dalam survei tersebut, seperti penurunan drastis elektabilitas Anies Baswedan dalam waktu empat bulan. Ia juga mempertanyakan sebaran responden, jumlah responden, dan sumber dana survei.
Iskandar ST menekankan, Sumut memiliki banyak basis pendukung Anies Baswedan, terutama di wilayah pesisir timur dan Tapanuli Selatan. Ia meminta LSI Denny JA untuk menjelaskan metodologi survei yang digunakan dan sumber dana survei tersebut.
Selain itu, Iskandar ST mendesak lembaga survei untuk bersikap profesional dan menghindari pengaruh pihak tertentu yang dapat menggiring opini publik. Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan investigasi terkait aliran dana kepada lembaga survei yang diduga terlibat dalam kecurangan pemilu.
Di sisi lain, peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby merespons somasi tersebut dengan menganggapnya berlebihan. Menurutnya, hasil survei adalah hasil riset yang seharusnya dapat direspons dengan hasil riset yang lain. Adjie menjelaskan bahwa survei di Sumut merupakan hasil breakdown dari survei nasional yang melibatkan 1.200 responden. Dukungan terhadap Anies Baswedan di Sumut dinilai masih lemah berdasarkan hasil survei tersebut.
Adjie berharap hasil survei dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan elektabilitas Anies Baswedan sebagai capres dari Koalisi Perubahan. (NVR)
