JAKARTA, AKURATNEWS.co – Walau bertajuk ‘Setengah Hati’, mau tidak mau, suka tidak suka, film besutan Satu Selaras Production ini langsung dikaitkan dengan pesta demokrasi yang akan berlangsung 14 Februari mendatang.

Bedanya, walau dibalut komedi satire, film ini mengisahkan konflik politik yang ada di pedesaan. Dimana biasanya kurang terekspos, padahal konflik politik di pedesaan lebih kompleks.

Film arahan sutradara Hasto Broto ini dibintangi Yusuf Mahardhika, Tissa Biani, Rachman Avri, Bedu, Mamat Alkatiri dan Puspa Ritchwary.

Cerita berpusat pada komedian Bedu yang berperan sebagai Gilang, calon kepala desa yang sedang mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades).

Dalam proses pilkades tersebut, Gilang dibantu keponakannya, Astri (Tissa Biani) yang bertindak sebagai tim sukses. Ketika sedang mencari tempat untuk memproduksi alat peraga kampanye (APK) Gilang, Astri mendatangi tempat usaha sablon milik Surya (Rachman Avri) dengan maksud memesan di tempat tersebut.

Namun, Surya enggan mengerjakan pesanan APK itu, penolakan keras pun didapat Astri. Surya tidak ingin melayani segala hal yang terkait dengan Gilang karena pernah berselisih di masa lalu. Penolakan Surya ternyata membuka peluang bagi Ganes (Mahardika Yusuf), pegawai Surya. Ganes yang sedang mengumpulkan uang untuk biaya kuliah, melobi Astri agar diberikan kepercayaan mengerjakan APK Gilang.

Ganes pun mengajak dua orang pekerja lainnya, yakni, Yono (Mamat Alkatiri) dan Paul (Marwoto Kawer) mengerjakan pesanan tersebut tanpa sepengetahuan Surya. Dalam prosesnya, muncullah benih-benih cinta antara Astri dan Ganes.

Di sisi lain, konflik masa lalu, harta dan tahta antara Gilang dan Surya terus berlanjut. Kebenaran atas kejahatan masa lalu pun perlahan mulai terkuak.

Kedok Gilang semakin terbuka, Ganes pun mulai menyesali perbuatannya. Ganes pun mengajak Surya serta rekan-rekan kerjanya untuk membuka kedok calon kepala desanya.

Akankah cinta Ganes dan Astri menjadi sebuah batu loncatan atau sandungan bagi mereka?

Bicara soal perannya sebagai Gilang, Bedu menyebut jika tawaran film ‘Setengah Hati’ ini datang saat ia belum terpikirkan terjun ke panggung politik dan menjadi caleg.

Seiring berjalannya waktu, alias setelah selesai syuting film ini, Bedu mencoba terjun ke panggung politik.

“Lewat film ini saya ingin menyampaikan edukasi ke penonton bahwa di dunia politik itu ada yang baik dan tidak baik hingga perlu kecermatan dalam memilih calon pemimpin,” ucap Bedu usai penayangan perdana di Jakarta, Sabtu (20/1).

Lalu bagaimana konflik politik pedesaan berlatarbelakang pilkades yang coba diangkat film ini? Tonton film ‘Setengah Hati’ ini di seluruh bioskop Tanah Air pada 25 Januari 2024 mendatang. (NVR)

By Editor1