JAKARTA, AKURATNEWS.co – Guna meningkatkan pemahaman regulasi di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan dan kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar acara Desk Konsultasi Regulasi di kantor BPOM, Jakarta, Kamis (27/6).

Dihadiri 150 pelaku usaha dari berbagai sektor industri terkait, antusiasme tinggi terhadap pemahaman dan kepatuhan regulasi tampak terlihat.

Dibuka secara resmi oleh Deputi II Badan POM, M. Kashuri, ia menekankan pentingnya pemahaman regulasi bagi para pelaku usaha. Kashuri  juga mengakui bahwa kendala dalam memahami dan menerapkan regulasi masih sering dihadapi pelaku usaha.

Oleh karenanya, kegiatan Desk Konsultasi Regulasi ini pun diadakan untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan serta memberikan kesempatan berkonsultasi langsung dengan tim Badan POM.

Dirinya pun berharap, melalui kegiatan ini, hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi dapat berkurang dan pelaku usaha dapat lebih memahami regulasi yang berlaku.

“Capaian Direktorat Standardisasi Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik hingga bulan Mei 2024 yang telah memberikan lebih dari 1.000 layanan konsultasi regulasi dengan rata-rata waktu penyelesaian 2,5 hari kerja,” jelas Kashuri.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar regulasi yang seringkali menjadi tantangan dalam operasional bisnis mereka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup proses perizinan, standar keamanan produk, label dan klaim produk, hingga pelaporan efek samping.

Petugas dari Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik (OTSKK) Badan POM dengan sigap menjawab dan memberikan penjelasan secara komprehensif, memastikan setiap pertanyaan mendapat perhatian yang memadai.

“Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan konsultasi regulasi,” pungkas Kashuri.

Salah satu perwakilan pelaku usaha, Sri Lenny dari PT Sinde Budi Sentosa menyebut acara ini menjadi sebuah cara solutif bagi pelaku usaha.

“Acara ini positif, semoga kegiatan seperti ini akan semakin sering diadakan sehingga mempermudah kami. Kalau bisa setiap bulan diadakan,” ujar Sri.

Direktorat Standarisasi OTSKK BPOM seperti diungkapkan Kepala Tim Pelayanan Publik, Masruroh  berharap, suksesnya penyelenggaraan acara ini membuat pelaku usaha di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan dan kosmetik dapat semakin memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku, sehingga dapat memberikan produk yang aman dan berkualitas kepada masyarakat.

“Kami juga berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa di masa mendatang sebagai bagian dari upaya edukasi dan fasilitasi bagi para pelaku usaha. Dan acara seperti ini juga harus digelar di kota-kota lain,” ujar Masruroh. (NVR)

By Editor1