JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kesenjangan sosial yang masih tinggi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara membuat bakal calon wakil gubernur (cawagub) Jakarta dari jalur independen, Kun Wardana ikut mengungkapkan keprihatinannya.
Kesenjangan tersebut, menurut Kun, disebabkan oleh rendahnya pendapatan masyarakat serta tingginya tingkat pengangguran akibat sulitnya mencari pekerjaan.
“Banyak warga yang pendapatannya masih belum mencukupi kebutuhan, dan ada juga yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kesenjangan sosial memang masih cukup tinggi di Tanjung Priok,” ujar Kun menyambangi wilayah Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jumat (13/9).
Kun menegaskan, jika terpilih dalam Pilgub Jakarta 2024, ia akan fokus pada program pelatihan keterampilan bagi masyarakat sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia menyebut bahwa pendidikan saja tidak cukup, melainkan harus diimbangi dengan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Pekerjaan baru membutuhkan skill, dan skill itu harus diberikan kepada masyarakat. Bukan hanya untuk yang lulus SMA, tetapi juga bagi mereka yang hanya lulusan SD atau SMP. Kami bisa memberikan pelatihan yang relevan dan berguna,” jelas Kun yang juga menyempatkan diri shalat Jum’at bersama wargga.
Ia juga terinspirasi konsep Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan yang telah sukses melatih masyarakat untuk berbagai bidang.
“Contohnya, lulusan SMP hanya dalam tiga bulan pelatihan sudah bisa membuat film animasi profesional. Ini adalah bukti bahwa keterampilan yang diberikan dengan baik bisa menciptakan peluang kerja baru,” tambahnya.
Dalam kunjungannya ini Kun juga menyempatkan diri untuk makan siang bersama warga di warteg di Jalan Swasembada, Kecamatan Tanjung Priok. Di warteg ini, Kun memesan nasi, telur, ikan kembung, tempe, dan sayur sop sebagai menu makan siang.
“Ini makanan yang sehat, saya sangat suka tempe karena kandungan kacang kedelai. Telur sebagai sumber protein, begitu juga dengan ikan. Ini penting untuk menjaga sel-sel tubuh kita tetap sehat,” ujar pasangan cagub Dharma Porengkun ini.
Ia mengungkapkan bahwa ia sering makan di warteg karena dirinya juga aktif sebagai aktivis serikat pekerja yang kerap berinteraksi dengan masyarakat di lapangan. Dalam kesehariannya, Kun juga mengaku sangat selektif dalam memilih makanan demi menjaga kesehatan tubuhnya. Ia menghindari makanan yang mengandung gula dan lebih memilih air putih sebagai minuman sehari-hari.
“Minum air putih, terutama yang hangat, itu sangat baik untuk kesehatan. Saya biasanya mengonsumsinya saat bangun dan sebelum tidur sebagai bagian dari terapi. Selain itu, saya juga selalu menjaga asupan karbohidrat agar tidak berlebihan dan memilih makanan yang kaya nutrisi seperti ikan, yang sangat bagus untuk kesehatan otak,” tutur Kun. (NVR)
