JAKARTA, AKURATNEWS.co – Langkah para pekerja, sapaan ramah relawan, dan warna mural yang perlahan terbentuk menyatu di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta. Minggu (8/2).
Ruang publik yang biasanya menjadi jalur perlintasan berubah menjadi ruang refleksi dan kepedulian sosial.
Dan dari sanalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Tarhib Ramadhan 1447 H/2026 M, menandai dimulainya syiar Ramadan dengan pesan utama: “Zakat Menguatkan Indonesia.”
Tarhib Ramadan BAZNAS 2026 dirancang sebagai ajakan terbuka kepada masyarakat untuk menyambut bulan suci bukan hanya dengan kesiapan spiritual, tetapi juga dengan kesadaran sosial.
Di tengah mobilitas tinggi kawasan Sudirman, BAZNAS menghadirkan rangkaian kegiatan yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Pengunjung disambut layanan kesehatan gratis, konter zakat, infak, dan sedekah (ZIS), lelang amal, hingga demo kopi ZCoffee.
Talkshow Program Ramadan BAZNAS turut digelar, berdampingan dengan live mural bertema Zakat Menguatkan Indonesia, penampilan musisi, tari topeng Jakarta, serta keterlibatan berbagai komunitas yang memeriahkan suasana.
Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menegaskan, Tarhib Ramadan menjadi momentum penting untuk memperluas makna ibadah Ramadan.
“Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga momentum untuk menguatkan Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan melalui zakat, infak, dan sedekah,” ujar Rizaludin.
Menurutnya, pemilihan ruang publik sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. BAZNAS ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memperluas literasi zakat, terutama kepada generasi muda.
“Kami ingin zakat menjadi bagian dari gerakan bersama, bukan hanya kewajiban personal, tetapi kekuatan sosial untuk menguatkan Indonesia,” katanya.
Rizaludin juga berharap, Tarhib Ramadan ini mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, khususnya kelompok rentan dan masyarakat terdampak bencana selama Ramadan.
Sementara itu, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM menjelaskan, tema “Zakat Menguatkan Indonesia” dipilih sebagai respons atas berbagai musibah yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir.
“Ada dua pesan utama yang ingin kami sampaikan. Pertama, ajakan menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan lahir batin. Tarhib ini menjadi pengingat awal agar masyarakat menyiapkan fisik, spiritual, sekaligus kepedulian sosial, termasuk dalam perencanaan zakat, infak, dan sedekah,” ujar Rulli.
Pesan kedua, lanjutnya, adalah ajakan kolektif kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk menjadikan ZIS sebagai instrumen penguatan bangsa.
“Tidak semua orang menyambut Ramadan dalam kondisi bahagia dan berkecukupan. Di sinilah zakat hadir sebagai wujud solidaritas,” katanya.
Rulli menambahkan, Terowongan Kendal dipilih karena menjadi ruang publik strategis dengan tingkat mobilitas tinggi dan banyak diakses generasi muda.
“Kami ingin melibatkan anak-anak muda sebagai sahabat BAZNAS yang ikut menyuarakan pesan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ secara lebih luas,” ujarnya.
Beragam layanan yang dihadirkan dalam Tarhib Ramadan ini, menurut Rulli, mencerminkan luasnya program pemberdayaan BAZNAS dalam menguatkan Indonesia melalui zakat—dari layanan sosial, kesehatan, hingga penguatan ekonomi umat.
Melalui Tarhib Ramadan 2026, BAZNAS berharap zakat, infak, dan sedekah di bulan suci dapat dioptimalkan sebagai kekuatan solidaritas sosial.
“Zakat bukan hanya tentang mensucikan harta, tetapi kontribusi nyata untuk menguatkan Indonesia, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan,” tegas Rulli.
Di tengah lalu lintas manusia yang tak pernah benar-benar berhenti, pesan itu pun bergema. Ramadan bukan hanya soal menahan diri, tetapi juga tentang berbagi dan menguatkan sesama. (NVR)
