JAKARTA, AKURATNEWS.co – Desainer Migi Rihasalay terus menggaungkan kegiatan kreatif bagi warga di Tanjung Lesung.
Usai mengisi acara di sebuah TV swasta, Migi mengungkapkan sejumlah proyek yang tengah ia jalankan untuk mendukung anak-anak dan warga Tanjung Lesung yang terkait dengan upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan keterampilan.
Migi menjelaskan, salah satu fokus utamanya adalah mengajarkan anak-anak cara mendaur ulang limbah industri, seperti kain perca, limbah pantai, hingga material alam seperti ranting dan daun mati, menjadi karya seni yang bernilai.
“Kami menggunakan limbah dapur, sampah pantai, dan limbah alam seperti ranting dan daun, mengubahnya menjadi produk seni,” ujarnya, Kamis (3/10).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif di Kampung Joglo, Tanjung Lesung, yang diharapkan dapat menjadi pusat kreatif dan wadah bagi anak-anak untuk belajar serta berkreasi.
Migi juga menyoroti pentingnya membekali anak-anak dengan keterampilan yang dapat mereka gunakan di masa depan.
Melalui Sunday Morning Club yang rutin diadakan setiap tiga bulan, anak-anak setempat belajar berbagai teknik kerajinan tangan, seperti membuat cangkir dari tanah liat, produk seni dari kardus, dan berbagai kerajinan ramah lingkungan lainnya.
Hingga saat ini, sudah ada 45 anak yang bergabung, dengan potensi untuk bertambah hingga 59 anak.
“Kami ingin mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget dan mengarahkan mereka untuk lebih kreatif dan peduli lingkungan. Kami mengajarkan teknik yang nantinya bisa mereka gunakan untuk menghasilkan produk yang bisa dijual, mendukung UMKM lokal,” ungkap Migi.
Tidak hanya anak-anak, program ini juga melibatkan warga dewasa, terutama para ibu-ibu.
“Kami melibatkan ibu-ibu lokal dalam proyek Jember Fashion Carnival untuk membuat kostum, memanfaatkan limbah kain dan plastik,” kata Migi.
Proyek ini memberi peluang kepada ibu-ibu setempat untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Migi juga berencana membuka pabrik konveksi di Tanjung Lesung guna mendukung pemanfaatan kerajinan khas Tanjung Lesung, yang saat ini sudah memasuki tahap persiapan awal.
“Kami baru menyelesaikan 10 persen persiapan, termasuk meja kerja dan mesin-mesin,” jelasnya.
Pabrik ini nantinya akan memberdayakan warga lokal, memberikan kesempatan kerja yang lebih luas, sekaligus mendukung industri kreatif di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Migi berharap proyek-proyek ini tidak hanya membantu ekonomi lokal, tetapi juga mendorong potensi ekspor produk ramah lingkungan dari Tanjung Lesung.
Dengan posisi Tanjung Lesung sebagai kawasan ekonomi khusus, Migi optimis proyek ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif di daerah tersebut.
“Kami tanamkan benih-benih kreativitas, yang nantinya akan tumbuh dan memberi dampak bagi masa depan anak-anak serta masyarakat lokal,” tutupnya dengan penuh optimisme. (NVR)
