JAKARTA, AKURATNEWS.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS bisa kembali menyerang Iran dalam beberapa hari ke depan jika tidak ada kesepakatan baru untuk mengakhiri perang, dengan menyebut rentang waktu Jumat, Sabtu, atau Minggu.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat. Ia mengaku sebelumnya sudah berada satu jam dari keputusan untuk melancarkan serangan sebelum akhirnya menunda.

“Saya bilang dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu. Sesuatu mungkin awal pekan depan, periode waktu terbatas,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa AS tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir baru.

Trump juga mengatakan para pemimpin Iran kini “memohon kesepakatan” setelah AS menunda serangan yang awalnya dijadwalkan Selasa. Penundaan itu terjadi setelah permintaan dari pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Di Tehran, Iran membantah dan menyebut jeda serangan terjadi karena AS sadar setiap aksi terhadap Iran akan dibalas militer. Pejabat Iran menyatakan siap “menghadapi agresi militer apa pun”.

Konteks Negosiasi
Iran mengajukan proposal perdamaian terbaru yang mencakup penghentian permusuhan di semua front, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran, pencabutan sanksi, dan pembebasan dana beku. Trump menyebut proposal sebelumnya sebagai “sampah” dan menolaknya.

Hingga Rabu pagi WIB, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon terkait persiapan militer untuk serangan akhir pekan ini. Reuters juga belum dapat memastikan apakah persiapan militer sudah dilakukan.

Reaksi Pasar
Ancaman eskalasi membuat harga minyak West Texas Intermediate naik 1,30% ke $103,35 per barel pada perdagangan Selasa..

Pernyataan ini  Trump masih berupa ancaman bersyarat dan belum ada keputusan final serangan. Situasi bisa berubah tergantung hasil negosiasi dalam 48-72 jam ke depan./Ib.

By Editor1