BANDUNG, AKURATNEWS.co – Di Pilkada Jawa Barat 2024, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan unggul dalam hitung cepat (quick count).

Berdasarkan data dari Indikator Politik Indonesia hingga pukul 16.43 WIB dengan 90,33 persen suara yang masuk, pasangan ini memperoleh 60,70 persen suara, jauh meninggalkan tiga pasangan pesaingnya.

Hasil sementara ini menunjukkan dominasi Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mengusung Dedi-Erwan, beranggotakan Gerindra, Golkar, PAN, PSI, dan Demokrat.

Di belakang Dedi-Erwan, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie, yang diusung NasDem dan PKS, meraih 20,24 persen suara.

Pasangan Acep Adang Hidayat-Gitalis Dwi Natarina, yang diusung PKB, berada di posisi ketiga dengan 9,87 persen suara, disusul pasangan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja yang diusung PDIP dengan 9,19 persen suara.

Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang dikenal luas dengan pendekatan populis dan inovatif, didampingi Erwan Setiawan, Wakil Bupati Sumedang yang memiliki rekam jejak kuat dalam tata kelola pemerintahan daerah. Kombinasi keduanya berhasil mengamankan dukungan besar di wilayah perkotaan dan pedesaan Jawa Barat.

Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus memanfaatkan basis politik yang solid di Jawa Barat, salah satu provinsi dengan pemilih terbesar di Indonesia. Ketua Tim Kampanye KIM Plus, Hadi Pranoto, mengatakan bahwa strategi kampanye mereka difokuskan pada isu-isu lokal seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Kami sangat bersyukur dengan hasil quick count ini, tetapi tetap menunggu hasil resmi dari KPU,” ujar Hadi.

Sementara itu, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie mengandalkan pendekatan berbasis ideologi, dengan menonjolkan program pengembangan ekonomi berbasis teknologi. Namun, suara mereka cenderung terkonsentrasi di kawasan perkotaan seperti Depok dan Bekasi.

Meski hasil quick count memberikan gambaran awal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa hasil resmi baru akan diumumkan sekitar 16 Desember 2024, setelah proses rekapitulasi suara berjenjang di tingkat kabupaten/kota dan provinsi selesai dilakukan.

Ketua KPU Jawa Barat, Ummi Wahyuni menyatakan, pihaknya sedang memastikan semua tahapan berlangsung transparan dan akuntabel.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil resmi. Jangan sampai ada klaim sepihak yang dapat memicu keributan,” tegas Ummi

Pilkada Jawa Barat 2024 menjadi salah satu ajang demokrasi terbesar dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Berdasarkan data sementara, partisipasi pemilih mencapai 78 persen, melebihi target nasional.

Dedi Mulyadi sendiri menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah mendukung.

“Kami siap bekerja keras untuk membangun Jawa Barat yang lebih maju dan sejahtera. Tapi, mari kita hormati semua proses yang ada,” ujarnya.

Pasangan lain juga menyampaikan komitmen untuk tetap menghormati hasil akhir. Ahmad Syaikhu, misalnya, menyatakan bahwa demokrasi adalah tentang kedewasaan menerima kekalahan maupun kemenangan.

“Yang terpenting adalah menjaga persatuan warga Jawa Barat,” tegasnya.

Dengan hasil quick count yang mengunggulkan Dedi-Erwan, publik kini menunggu pengumuman resmi dari KPU. Siapapun yang terpilih nantinya, mereka diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Jawa Barat. (NVR)

By Editor1