JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sebuah pameran lukisan seniman muda Indonesia bertajuk ‘Unity In Diversity’ digelar di Dunia Art Gallery, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (15/6).

Sejumlah seniman muda seperti Irsa, Alzuard Rahman, Rama Indirawan, Lampurio, Camilia Astari, Prajana Dewantara Wirata, Tulus Mulia, Yahya Rifandanu, Mira El Amir, Bunga Fatia, Annisa Nur Ratnasari, Firdaus Mustafa, Jodiandara Baraka, Nirwan Sambudi, Putut Pramudiko, Wina L Imayanti, Buletos, Michele Angela dan Edi Bonetski memamerkan karya-karyanya dari berbagai aliran.

Pameran ini sendiri bertujuan untuk memberikan ruang dan kesempatan sekaligus menantang kepada seniman muda berani tampil.

Dijelaskan pemilik Dunia Art Gallery, Tjin Han, tema besar dari ‘Unity In Diversity’ ini untuk mempperlihatkan keberagaman dalam seni dan tidak membeda-bedakan antara junior dan senior.

“Mereka (seniman muda) bisa belajar dari senior,” ujar Tjin Han di sela-sela pameran.

Pameran dibuka dengan sambutan dari Ketua Dewan Kesenian Jakarta periode 2015-2018, Irawan Karseno. Ia menyoroti soal kebudayaan dunia yang butuh peradaban, keragaman produk. Dan kaum milenial saat ini harus paham soal keragamanan ini.

“Milenial sebetulnya harus dikenalkan pada keragaman. Dan seni rupa memberi contoh itu. Seni itu bukan soal ekonomi jual beli, tapi bagaimana kecintaan kita terhadap khidupan kita sendiri. Itu yang saya lihat soal keragaman,” ujar Irawan.

Ditambahkan Tjin Han, lewat even seperti ini, kaum milenial diharapkan bisa mendalami dan mencintai karya seni.

“Lintas generasi dan keberagaman tidak menutup ruang. Saya sebagai pemilik galeri tidak hanya berbicra ini bisa dijual atau tidak. Di even ini saya coba mengkonsepkan karya-karya seniman ini untuk diterima milenial lewat edukasi. Saya akan undang pembicara, dan menadakan isui, workhsop juga agar milenial lebih mncinai seni,” beber Tjin.  (NVR)

By Editor2