JAKARTA, AKURATNEWS.co –  Predikat ‘Kota Ramah Sepeda’ yang sebelumnya diberikan kepada DKI Jakarta pada 2021 dicabut Komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia. Keputusan ini diambil setelah evaluasi selama satu tahun terakhir.

Dalam unggahan resmi akun  X milik B2W Indonesia, disebutkan pencabutan predikat tersebut didasarkan pada evaluasi kinerja DKI Jakarta dalam mendukung kebijakan ramah sepeda.

Menurut B2W Indonesia, PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menggusur kebijakan-kebijakan sebelumnya yang sejalan dengan semangat predikat ‘Kota Ramah Sepeda’.

B2W Indonesia menjelaskan beberapa alasan mendasar pencabutan predikat tersebut, termasuk pemangkasan anggaran untuk jalur sepeda dari Rp38 miliar menjadi Rp0 pada November 2022. Selain itu, pengaspalan 18 ruas jalan di Jakarta untuk Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dianggap menutup jalur sepeda yang sudah ada.

Pembongkaran cone stick yang membatasi 13 ruas jalur sepeda oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada Oktober 2023 juga menjadi salah satu alasan.

B2W Indonesia juga menyoroti pengalihan alokasi anggaran pembangunan jalur sepeda dalam pembahasan draf Anggaran Pemerintah dan Belanja Daerah 2024.

Terisah, meski B2W Indonesia mencabut predikat ‘Kota Ramah Sepeda’, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menegaskan, dirinya tidak pernah melarang pembangunan jalur sepeda. Dia menyarankan untuk bertanya langsung kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Sebelumnya, DKI Jakarta mendapatkan predikat ‘Kota Ramah Sepeda’ dari B2W Indonesia karena keberhasilan membangun budaya bersepeda berbasis keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. (NVR)

By Editor1