JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kasus influenza A (H3N2) merebak di sejumlah negara, termasuk Indonesia, sekolah-sekolah diminta untun kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Peningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele. Sekolah adalah ruang publik dengan interaksi tinggi, sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit. Langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,” ujar anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief dalam rilis resmi, Jumat (9/1/2025).

.

Ditegaskannya, anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap penyakit menular. Karena itu, lingkungan sekolah harus memberikan perlindungan ekstra agar hak anak untuk belajar dalam kondisi aman dan sehat tetap terjaga.

Makanya protokol dasar seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan, ujar Habib, harus kembali dibiasakan. “Masih banyak sekolah yang punya fasilitas cuci tangan di pintu masuk maupun ruang kelas. Itu harus dimanfaatkan, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.

Pihaknya juga mendorong siswa untuk membiasakan mencuci tangan minimal 20 detik dengan sabun antiseptik sebelum kegiatan belajar dimulai. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan guru agar kebiasaan hidup bersih benar-benar diterapkan konsisten.

Selain itu, penggunaan masker disebut efektif menekan risiko penularan virus penyebab demam, nyeri sendi, hingga gejala superflu lainnya. “Masker bisa membantu mencegah penyebaran virus,” kata Habib.

Dia juga menyoroti peran orang tua. Kalau anaknya yang sakit sebaiknya tidak dipaksakan hadir ke sekolah. “Kesadaran orang tua sangat dibutuhkan. Jika anak sakit, biarkan beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke siswa lain,” kata Habib lagi.

Lebih lanjut, ia menilai sosialisasi mengenai superflu perlu digencarkan kepada siswa, guru, dan orang tua. Edukasi yang tepat, kata Habib, akan meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan.

Untuk langkah jangka menengah, Habib mendorong Kementerian Kesehatan mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah. “Vaksinasi terbukti efektif sebagai pencegahan. Kami berharap ada sinergi lintas kementerian agar program vaksinasi influenza bagi siswa bisa segera direalisasikan,” pungkasnya./Agn.

By Editor1