JAKARTA, AKURATNEWS.co – Penyakit varises kerap luput dari permukaan, namun penyakit ini tak boleh dianggap sepele.
Varises merupakan kondisi masalah kesehatan yang umum terjadi pada orang dewasa maupun lanjut
usia. Penyakit ini timbul ketika pembuluh darah vena menjadi melebar dan berkelok yang disertai
dengan gangguan sirkulasi darah di dalamnya.
Gangguan sirkulasi darah tersebut dapat menyebabkan sumbatan aliran darah melalui vena untuk kembali ke jantung sehingga darah mencoba menembus katup dari sistem penyambung. Hal ini dapat menyebabkan rasa pegal dan ketidaknyamanan setelah melakukan aktivitas seperti berdiri dan berjalan lama pada penderitanya.
Meskipun tidak berbahaya, apabila dibiarkan varises dapat menyebabkan komplikasi pada sistem pembuluh darah dan mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Resiko terjadinya varises, dua kali lebih rentan dialami oleh wanita dibandingkan pria. Faktor penyebabnya antara lain yaitu seiring dengan pertambahan usia, katup vena mengalami penuaan sehingga darah lebih rentan menumpuk dan perubahan hormon yang terjadi sebelum periode menstruasi, masa kehamilan hingga menopause juga dapat mengendurkan dinding vena.
Selain itu, faktor genetik, tekanan darah yang tinggi, kelebihan berat badan serta gaya hidup yang tidak
sehat juga memicu terjadinya varises. Adapun kondisi medis tertentu seperti deep vein thrombosis yang juga dapat merusak dinding vena dan meningkatkan resiko varises.
Dijelaskan Dokter Spesialis Bedah Sub Spesialis BVE RS Royal Progress, dr. Hendra Wibowo, SpB.Subsp.BVE (K), dalam kasus varises yang beragam, penderitanya memiliki gejala yang berbeda-beda dan unik bahkan ada beberapa yang tidak menimbulkan gejala signifikan.
Keluhan yang umumnya terjadi yaitu berupa pegal, nyeri dan terlihat urat-urat halus yang menonjol di sekitar betis belakang. Untuk kasus pada tingkat yang paling parah yaitu luka atau ulkus yang sulit disembuhkan.
“Karena sering terjadi tanpa gejala tadi, penderitanya menganggap sepele dan biasanya sudah terjadi
dalam waktu yang lama yang akhirnya baru dilakukan pengobatan setelah tingkat lanjut. Maka dari itu,
pengobatan ataupun terapi dapat dilakukan sesegera mungkin apabila sudah mengalami gejala-gejala
yang dirasa mendekati varises,” ujarnya.
Varises dapat menyebabkan berbagai dampak dan hambatan yang dapat terjadi pada penderita, yaitu
menurunkan kepercayaan diri karena dapat mengganggu penampilan dan secara fungsional akan
mengganggu aktivitas fisik penderita karena timbulnya keluhan pegal dan linu. Apabila hingga terjadi
luka pada pembuluh darah maka dapat menimbulkan infeksi.
“Perawatan untuk varises biasanya melibatkan pemakaian stoking kompresi untuk membantu
mengurangi pembengkakan. Dalam kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk
mengangkat varises yang sangat besar atau mengganggu. Sedangkan, dalam kasus yang masih dapat
dilakukan terapi, perawatan lain seperti skleroterapi (suntikan untuk menutup pembuluh darah yang
terkena atau pembedahan mungkin diperlukan). Dokter akan dapat mendiagnosa dan memberikan
pengobatan terbaik berdasarkan tingkat keparahan kondisi varises pasien,” tambah dr. Hendra.
Dijelasskannya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah varises, yaitu menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara rutin, istirahat teratur selama waktu duduk atau berdiri yang lama, dan mengangkat kaki.
“Bisa juga dengan melakukan jinjit setiap dua jam sekali jika memungkinkan supaya tidak diam terlalu lama,” ujar dr Hendra.
Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, dr. Ivan R. Setiadarma, MM menambahkan, varises seringkali dianggap sepele, padahal jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi
berkepanjangan.
Pengobatan varises sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara dan salah satunya yang dikenal
efektif dan terkini yaitu dengan metode laser. Metode ini dikenal dengan nama Endovenous Laser
Ablation (EVLA), yang merupakan salah satu metode pengobatan varises tanpa melakukan pembedahan besar atau minimal invasif.
“Di RS Royal Progress, kami memiliki jajaran dokter spesialis vaskular dan endovaskular handal serta dukungan teknologi medis terkini yang dapat membantu menangani permasalahan varises pada pasien. Untuk penanganan varises yang lebih intensif, kami menawarkan Metode EVLA sebagai
salah satu terapi pilihan utama yang memiliki kelebihan waktu perawatan lebih singkat, rasa nyeri yang
minim dan tidak menimbulkan bekas luka yang besar pada pasien,” ujar dr Ivan.
Hadirnya metode EVLA di RS Royal Progress menjadi suatu langkah besar dalam mewujudkan komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh dan terintegrasi pada masyarakat, terutama sekitar Sunter, Jakarta Utara.
Proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan melibatkan penggunaan laser endovenous yang diarahkan ke dalam vena yang terganggu melalui kateter. Laser ini menghasilkan panas yang berfungsi untuk dapat menutup vena yang bermasalah yang dapat memungkinkan perbaikan yang tepat dan signifikan. Dengan metode EVLA yang efektif dan minimal invasif, tingkat keberhasilan penyembuhan akan meningkat dan cepat. (NVR)
