JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah dinamika yang tengah berkembang, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan kepemimpinan Ketua Umum lahir melalui mekanisme kongres yang sah dan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Penegasan ini sendiri disampaikan menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di internal organisasi.

Sebagai organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia, KOWANI menyebut pihaknya menjunjung tinggi nilai demokrasi organisasi serta menghormati setiap proses yang telah dilalui secara kolektif dan konstitusional.

“Legitimasi kepemimpinan yang dihasilkan dari kongres merupakan landasan utama yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan organisasi,” ujar Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto di sela Fun Walk Gerakan Nasional Wanita Berkebaya 2026 di Jakarta, Minggu (19/4).

Di tengah dinamika tersebut, KOWANI menyatakan komitmen kerja nyata tetap berjalan. Program yang dimaksud meliputi kegiatan berskala nasional, program kemanusiaan, kolaborasi strategis dengan media nasional, partisipasi di forum internasional, hingga persiapan menuju 100 tahun KOWANI.

Hal ini disebut Nannie sebagai bukti bahwa organisasi tetap solid, fokus berkarya, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi perempuan Indonesia.

Nannie juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam menghadapi perbedaan pandangan.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam organisasi sebesar Kowani, namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. KOWANI menghargai setiap pandangan, tetapi semua dinamika harus diselesaikan melalui jalur organisasi yang tertib, beretika, dan berorientasi pada persatuan,” kata Nannie lagi.

“Bagi kami, menjaga marwah organisasi dan melanjutkan karya untuk perempuan Indonesia adalah prioritas utama,” imbuhnya.

Acara Fun Walk sendiri digelar Minggu (19/4) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Sarinah. Menurut Nannie, kegiatan ini bertujuan menguatkan identitas budaya, mempererat persatuan perempuan Indonesia, dan memberi kontribusi untuk bangsa dan dunia.

Selain itu, KOWANI sedang menyiapkan program KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World. Program ini mendorong pengakuan sejarah gerakan perempuan Indonesia, khususnya arsip KOWANI, ke dalam program UNESCO Memory of the World. Fokusnya pada kerja dokumentasi dan advokasi internasional.

Di dalam negeri, KOWANI berkonsentrasi pada penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional dan global dengan pendekatan kolaboratif dan adaptif.

KOWANI juga menyusun agenda strategis menuju satu abad organisasi sebagai tonggak sejarah gerakan perempuan Indonesia.

Nannie juga menegaskan KOWANI tetap berjalan sesuai visi dan misi.

“KOWANI tetap pada jalurnya, sesuai dengan visi dan misi kami yang ingin mewujudkan masyarakat di mana perempuan dan anak hidup setara, terlindungi, dan sejahtera,” ujarnya.

Visi itu diwujudkan lewat program inklusif, advokasi kebijakan, dan kemitraan yang memperluas akses pendidikan, kesehatan, perlindungan, serta peluang ekonomi. Tujuannya agar perempuan dapat berpartisipasi penuh dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

KOWANI meyakini dengan semangat kebersamaan, seluruh tantangan dapat dihadapi secara bermartabat sehingga organisasi tetap kokoh sebagai rumah besar perjuangan perempuan Indonesia. (NVR)

By editor2