JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Lindungi Diri, Pahami Fitur Kemanan Digital”. Seminar diselenggarakan pada hari Selasa, 04 April 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu H. Bachrudin Nasori yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta mengundang H. Sabilillah Ardie, B.Sc yang merupakan Wakil Bupati Tegal serta Muhammad Riza Nurdin, Ph.D selaku Peneliti di Asia – Japan Research Institute, RITSUMEIKAN UNIVERSITY.

 Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis.

Selain itu juga untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Baca artikel lainnya: Budi Karya Sumadi Akan Kaji Penerapan Gage Saat Mudik

Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh H. Bachrudin Nasori. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Internet dan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dengan berlangsung era revolusi industri 4.0. Internet dan media sosial bukan lagi gaya hidup namun sudah menjadi kebutuhan hidup. Media sosial sendiri merupakan media daring dimana penggunanya dapat berpartisipasi dengan mudah, berinteraksi, dan berbagi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Setiap media sosial memberikan fitur keamanan bagi para penggunanya, misalnya seperti 2-factors authentication.  Walaupun begitu kejahatan media sosial memiliki banyak bentuk lain seperti penipuan online melalui telepon dan sms, sehingga setiap pengguna perlu memahami cara perlindungan diri di media sosial. Dengan begitu, setiap pengguna dapat menggunaka media sosial dengan aman,” papar Bachrudin.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa,

“Sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia,” papar Semuel.

Baca artikel lainnya: Film Pulang Rimba Ciptakan Semangat Belajar Santri, Siswa SMK, Hingga Mahasiswa di Kota Malang

Pemaparan yang ketiga disampaikan oleh H. Sabilillah Ardie, B.Sc selaku Wakil Bupati Tegal. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Pengguna internet di Indonesia yaitu 210 juta pengguna, hal ini membuat keamanan digital di indonesia terganggu. Keamanan digital merupakan kegiatan untuk melindungi informasi perangkat dan keberadaaan digital sebuah pihak ke pihak yang tidak berhak, dari pencurian, dari perusakan atau dari gangguan. Termasuk penjagaan data pribadi menjaga kerahasiaan, dan memastikan integritas dari perangkat dan jaringan. Maka dari itu kita harus menjaga diri dari fitur keamanan digital yaitu dengan cara memakai password yang kuat, uptude perangkat lunak ke versi terbaru, pakai anti-virus, gunakan filter spam di email, dan hindari wifi publik,” kata Sabilillah.

Baca artikel lainnya: Mudik 2023, Sebanyak 2,78 Juta Kendaraan Diperkirakan Akan Tinggalkan Jakarta Via Tol

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Muhammad Riza Nurdin, Ph.D selaku Peneliti di Asia – Japan Research Institute, RITSUMEIKAN UNIVERSITY. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Dunia digital sama seperti dunia nyata penuh dengan ragam bentuk ancaman dan potensi kejahatan. Adapun 7 fitur untuk keamanan digital yaitu password, privasi, posisi geografis, back up data, melapor ancaman atau pelanggaran, perlindungan dari virus dan memahami jenis ancaman. Melindungi diri atau juga irang lain merupakan tanggung jawab kita bersama di dunia digital. Maka teruslah belajar untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan literasi digital demi keamanan dan kenyamanan di dunia digital. Hiduplah di dunia digital dengan bijak, aman dan bertanggung jawab,” paparnya./Ib

           

By redaksi