JAKARTA, AKURATNEWS.co – Suara mesin pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara segera memecah langit pada pertengahan Agustus ini.
Bukan dalam misi militer, melainkan mengangkut 80 ton bantuan pangan dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Gaza.
Momen ini sengaja dipilih bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, sebagai simbol solidaritas yang melampaui batas negara.
Dijelaskan Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, pengiriman melalui mekanisme airdop (penjatuhan dari udara) menjadi pilihan utama karena jalur darat sulit ditembus akibat blokade Israel.
“Kondisi di Gaza sangat parah. Kasus kelaparan meningkat tajam. Jalur darat banyak tertutup, sementara kebutuhan pangan warga sudah mendesak,” ujar Noor Ahmad saat konferensi pers Program Penyaluran Bantuan Membasuh Luka Palestina di gedung BAZNAS, Jakarta, Rabu (13/8).
Dalam misi bertajuk Satgas Garuda Merah Putih ini, dua pesawat C-130 Hercules akan diberangkatkan, yakni:
- Pesawat pertama menuju Pangkalan Udara King Abdullah II, Amman, Yordania, untuk mendekati Gaza dari timur.
- Pesawat kedua menuju Bandara Cairo atau El Arish, Mesir, untuk membuka akses dari barat.
Setibanya di Mesir dan Yordania, bantuan akan dikemas ulang, dilengkapi sabuk pengikat dan parasut, lalu dijatuhkan ke titik-titik yang sudah disepakati.
Setiap paket berbobot 100–200 kuintal dan telah melalui uji coba keamanan agar mendarat perlahan tanpa membahayakan warga.
BAZNAS juga menyiapkan 800 ton bantuan tambahan yang dikirim melalui jalur darat lewat Mesir dan Yordania. Bantuan ini meliputi beras, tepung, minyak goreng, kacang-kacangan, hingga bahan makanan siap saji.
Koordinasi dilakukan secara intensif dengan pemerintah Indonesia, TNI, dan otoritas setempat untuk memastikan izin, keamanan jalur, dan titik pendaratan yang aman.
Di Mesir, Pimpinan BAZNAS Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., turut memantau langsung persiapan penyaluran.
Bagi BAZNAS, misi ini bukan hanya soal angka 880 ton bantuan. Di balik setiap karung dan kotak bantuan, ada doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia.
“Kami ingin di hari kemerdekaan ini, rakyat Palestina merasakan bahwa mereka tidak sendirian,” kata Noor.
Jika semua berjalan sesuai rencana, langit Gaza akan dihiasi parasut-parasut berisi paket bantuan dari Indonesia.
Sebuah pesan sederhana namun kuat: meski terpisah ribuan kilometer, kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. (NVR)
