JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sejumlah mantan kepala daerah angkat bicara soal sosok capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan kenapa mantan Gubernur DKI Jakarta ini harus menjadi presiden . Tak hanya itu, mereka juga angkat bicara soal probabilitas kemenangan Anies yang sudah di depan mata asal tak dicurangi.
Mantan Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo misalnya. Ia melihat sosok Anies Baswedan punya berbagai kelebihan. Oleh karenanya, ia pun sampai mengidolakannya.
“Alasan saya mendukung Pak Anies kalau saya sampaikan, saya beberkan, bisa sampai jam enam besok pagi (baru selesai). Terlalu banyak (keunggulan) Mas Anies, sebagai idola saya,” jelasnya.
“Semuanya serba mission completed. Apanya lagi yang mau saya bandingkan. (Segi) Akademisi, agama, leadership, ope meneh. Pokoknya Mas Anies the best,” lanjutnya.
Tak hanya itu, anggota TNI yang pensiun dini dengan pangkat terakhir Mayor ini juga baru mengetahui kehebatan Anies Baswedan lainnya. Yaitu, dalam hal kesederhanaan. Hal itu diketahuinya setelah mengunjungi langsung kediaman pribadi Anies di Jakarta.
“Saya kaget banget, datang ke rumah Mas Anies, Masha Allah sederhananya luar biasa,” ucapnya berdecak kagum.
Karena itu dia menegaskan Anies Baswedan harus menjadi Presiden RI periode 2024-2029 mendatang. Dia pun siap all out untuk memperjuangkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
“Saya tidak akan pernah capek dan tidak akan pernah menyerah untuk membantu Mas Anies jadi Presiden,” tandasnya.
Sedangkan mantan Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono melihat, visi, pengetahuan, komitmen, keberpihakan dan rekam jejak Anies Baswedan menjadi pendorong masyarakat mendukungnya menjadi presiden.
Dengan semua kelebihannya itu, capres nomor urut satu ini diyakini Prapto bisa mengatasi berbagai persoalan kebangsaan yang ada sehingga bisa membuat Indonesia maju.
“Indonesia masih memerlukan sosok atau orang seperti beliau. Karena perjuangannya sangat tulus dan beliau memahami, mengetahui persoalan dan kekurangan yang ada di Indonesia,” ujar Prapto.
Karena itu pula, dia menambahkan, Anies Baswedan mengusung tema perubahan. Politikus senior ini mengapresiasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang berani mengangkat isu tersebut. Karena memang isu perubahan ini sangat relevan saat ini.
“Jadi satu-satunya calon yang berani mengusung tagline perubahan hanya Pak Anies Baswedan,” ucapnya.
Meski demikian, Ketua DPRD Kendal periode 2014-2019 ini memastikan tak semua program atau kebijakan pemerintah saat ini akan diubah oleh Anies Baswedan. Kebijakan yang terbukti bermanfaat bagi rakyat akan diteruskan.
“Tapi mana-mana yang melanggar konstitusi maupun yang merugikan kepentingan rakyat Indonesia, harus berani melakukan suatu perubahan,” katanya menekankan.
Dia sendiri berharap Anies Baswedan memberikan perhatian terhadap pengelolaan sumber daya alam kalau mendapat kepercayaan dari rakyat memimpin Indonesia. Karena sumber daya alam yang melimpah milik Indonesia saat ini belum dikuasai dan dikelola sepenuhnya oleh rakyat.
“Hari ini kan banyak sekali yang belum dikerjakan oleh rakyat Indonesia. Bila itu dikuasai atau dikerjakan sendiri oleh bangsa Indonesia, saya yakin kemakmuran itu bisa tercapai,” tegasnya.
Dia optimistis Anies Baswedan bisa mewujudkannya. Makanya dia mendukung bahkan memperjuangkan agar Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar ini menang pada Pilpres 2024.
“Saya ada di dalamnya untuk ikut serta memenangkan,” demikian Prapto Utono.
Sedangkan mantan Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur melihat, di antara semua calon presiden hanya Anies Baswedan yang memiliki logika sehat. Logika sehat dan kerangka berpikir ini sangat diperlukan terutama dalam membuat sebuah kebijakan.
“Makanya kami cocok untuk bisa bergabung dengan Pak Anies,” ujar Masrur.
Terlebih, gagasan perubahan yang diusung pasangan AMIN ini sangat mendesak.
“Perubahan bisa dilakukan dengan kepemimpinan yang benar melalui kekuasaan, kalau kekuasaan itu dipegang oleh orang yang benar. The right man on the right place. Selama ini kan (pemegang) kekuasaan tidak pas akhirnya terjadi karut-marut,” ungkapnya.
Apalagi yang menarik bagi dia adalah sorotan Anies selama ini soal tidak ada adanya arahan secara nasional dari pusat terhadap para kepala daerah, sehingga para pejabat di daerah jalan sendiri-sendiri.
Dengan demikian, dia yakin mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah menyiapkan konsep dan guidance kepada pemerintah daerah agar apa yang menjadi target nasional bisa dicapai bersama.
“Selama ini saya lihat lihat para pejabat, saya pun dulu pejabat, berperilaku tanpa konsep rata-rata, hanya berperilaku saja. Tentunya sekarang kalau ada satu konsep apalagi dari atas sampai bawah (sangat bagus),” ungkapnya.
“Karena kultur bangsa Indonesia sesungguhnya bagus. Dia akan selalu patuh dengan atasan. Orientasi vertikal itu sangat mendasar sekali. Cuma rata-rata (pejabat) di atas tidak bisa dijadikan panutan,” sambungnya.
Sementara terkait peluang menang, dia sangat yakin rakyat Indonesia juga sangat mendukung pasangan AMIN. Karena rakyat juga saat ini merasakan perlunya perubahan.
“Mungkin (menang) satu kali putaran selesai. Karena rakyat semua sudah merasa butuh perubahan melihat situasi yang ada saat ini. Jadi tidak perlu kampanye lagi. Cukup dikatakan kami dari koalisi perubahan, (rakyat langsung dukung). Menurut saya begitu,” tegasnya.
Namun yang dikhawatirkannya adalah potensi kecurangan. Karena itu dia mengajak semua pendukung AMIN untuk mengawal suara secara bersama-sama.
“Terutama bagi teman-teman yang muda, ilmu IT dan semuanya (dibutuhkan). Pengawasan ini perlu didorong bersama-sama,” tandasnya.
Sementara, mantan Bupati Kendal, Siti Nurmakesi merasa prihatin terhadap kondisi kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan rakyat Indonesia saat ini. Terutama masyarakat kecil, yang hidup serba kesulitan.
“Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa prihatin terhadap kondisi saat ini yang masih perlu banyak sekali perbaikan-perbaikan,” ujar Siti.
Dia mengaku hal yang sama juga dirasakan warga Kendal. Bahkan dia tidak menampik di kabupaten yang pernah dipimpinnya itu juga banyak persoalan saat ini.
Misalnya, para petani kesulitan mendapatkan pupuk. Pedagang kecil tidak terlindungi karena gencarnya kehadiran minimarket. Demikian pula nelayan yang kesulitan memperoleh BBM. Belum lagi mereka terjerat dengan para tengkulak.
“Koperasi juga menjadi isu. Karena dulu bisa mensejahterakan masyarakat, saat ini masih sangat perlu diperbaiki,” ucapnya.
Keprihatinan ini mendorongnya untuk mendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 ini. Dia yakin pasangan capres-cawapres nomor urut satu ini bisa memperbaiki keadaan dan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat kecil saat ini.
“Insha Allah saya melihat dari sosok Pak Anies Rasyid Baswedan mempunyai beberapa keunggulan untuk bisa memperbaiki NKRI tercinta ini,” jelasnya.
“Sehingga masyarakat di bawah yang selama ini bergaul bersama-sama saya yang masih banyak sekali perlu dorongan, perbaikan dan lain-lain bisa terbantu oleh Mas Anies Rasyid Baswedan,” lanjutnya.
Dia pun bertekad akan all out memperjuangkan duet mantan Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum DPP PKB tersebut. “Saya optimis sekali insya Allah Pak Anies menang satu putaran,” tandasnya. (NVR)
