PURWAKARTA, AKURATNEWS.co –  Guru merupakan profesi mulia, termasuk guru ngaji. Namun, faktanya belum semua pendidik bisa mendapat peluang yang sama.

Oleh karenanya, cawapres Koalisi Perubahan, Muhaimin Iskandar berjanji memperhatikan dan memberikan gaji untuk guru ngaji jika terpilih di Pilpres 2024.

“Guru sekolah masih ada gajinya, guru ngaji tidak ada. Insha Allah nanti kalau AMIN berkuasa ada jalannya,” ujar Cak Imin dalam sambutan pemberian beasiswa Pendidikan dan Hari Guru di Cikao Park, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (25/11).

Dikatakannya, peran guru sangat dibutuhkan untuk ikut membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan bangsa dan negara. Tetapi sayangnya, apresiasi terhadap para guru, khususnya guru ngaji masih sangat terbatas.

Wakil Ketua DPR RI menjelaskan konstitusi negara mewajibkan penyelenggara negara mengalokasikan APBN untuk sektor Pendidikan. Anggaran pendidikan tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sekolah, siswa, hingga guru.

“Ketika terjadi bom Hiroshima dan Nagasaki, yang paling pertama dihitung  pemerintah Jepang adalah berapa jumah guru yang tersisa. Hal itu menegaskan pentingnya peran guru dalam proses pembangunan bangsa,” kata Cak Imin dihadapan para guru ngaji dan mahasiswa tersebut

Dalam kesempatan ini, Cak Imin juga mengingatkan agar guru dan mahasiswa perlu memperhatikan kesehatan mental akibat merasa tertekan dalam keseharian hidup, baik oleh faktor ekonomi, lingkungan sosial atau hal lain.

”Adik-adik mahasiswa yang mengalami permasalahan mental ini bukan gila. Tapi memang hidupnya anak-anak sekarang sulit. Sering kali akhir bulan hanya makan mie, kadang cuma makan kerupuk,” kata Gus Imin

Dalam kegiatan ini, Gus Imin memberikan beasiswa untuk 700 mahasiswa, piagam penghargaan, serta sepeda untuk tiga mahasiswa. (NVR)

By Editor1