JAKARTA, AKURATNEWS.co – Seseorang yang menggunakan jaket berwarna merah marun dan jaket bertuliskan POLISI yang menggedor-gedor kaca mobil pedangdut Saipul Jamil, memukul asistennya, dan berkata-kata kasar dalam penangkapan di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat diduga bukan anggota kepolisian.

Seperti terlihat di video penangkapan Saipul dan asistennya, S yang viral di media sosial, terlihat adanya pemukulan dan makian dari oknum yang diduga polisi.

“Setelah kita cross-check terhadap tiga penyidik yang berada di TKP dan juga videonya, itu bukan anggota kami,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes M Syahduddi di Polsek Tambora, Sabtu (6/1).

Pihaknya, imbuh Kombes Syahduddi mengaku telah melihat rekaman video tersebut.

“Jadi kita sudah melihat tayangan video tersebut, yang mengetuk kaca mobil, yang memukul tersangka S ini dan juga yang memaki-maki dengan bahasa kasar,” ujarnya.

Beberapa oknum yang turut beraksi dalam penangkapan tersebut, yakni yang menggunakan jaket berwarna merah marun dan jaket bertuliskan ‘POLISI’, kata Kombes Syahduddi bukan anggota kepolisian.

“Dan kalau ditayangkan video itu kan ada orang yang menggunakan hoodie warna merah marun, kalau tidak salah itu setelah kita cross-check juga bukan polisi. Ada juga orang yang menggunakan jaket bertuliskan POLISI. Itu juga ternyata bukan anggota Polsek Tambora,” katanya lagi.

Polres Jakarta Barat kini sedang meneliti dan mendalami hal itu.

“Ini sedang kami selidiki juga, makanya kami turunkan Propam untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait dengan peristiwa tersebut,” kata Kombes Syahduddi.

Ia menambahkan, pengejaran dan penangkapan mobil yang dikendarai Saipul Jamil juga diikuti anggota masyarakat yang geram lantaran mobil tersebut telah menabrak beberapa kendaraan bermotor saat pengejaran berlangsung.

“Karena itu tadi, ketika ada kendaraan yang berperilaku tidak wajar di jalan dan menabrak beberapa pengemudi kendaraan bermotor lainnya sehingga timbul inisiatif dari warga masyarakat untuk melakukan pengejaran,” kata Kombes Syahduddi.

Hal tersebut juga sedang diselidiki oleh pihak kepolisian.

“Jadi ini sedang kami lakukan proses penyelidikan juga,” kata Kombes Syahduddi. (NVR)

By Editor1