JAKARTA, AKURATNEWS.co – Keikutsertaan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 (2024) diprediksi tak akan sampai lolos dari babak grup dan hanya bisa menang lawan Vietnam.
Hal ini diulas Reuters dalam analisisnya yang menyebut Jepang sebagai tim terkuat Grup D. Saat ini Jepang yang ditangani Hajime Moriyasu merupakan tim terbaik Asia dengan menyandang peringkat ke-17 FIFA.
Selain itu, Jepang tampil sangat stabil di 2023. Wataru Endo dan kawan-kawan hanya kalah sekali sejak Piala Dunia 2022. Tak tanggung-tanggung, lawan yang dijungkalkan Jepang adalah Jerman, Kanada, dan Turki.
Kondisi ini membuat Indonesia dinilai sulit mengalahkan Jepang. Bahkan Jepang juga diklaim sebagai calon terkuat peraih gelar juara Piala Asia 2023, sebab mayoritas pemainnya merumput di Eropa.
Selanjutnya, Irak dinilai akan mendampingi Jepang ke babak 16 besar. Pasalnya peraih gelar juara Piala Asia 2007 ini tampil garang pada 2023 dengan mengalahkan Arab Saudi dan Qatar di Piala Teluk Arab.
Irak juga terbukti memiliki skuad yang lebih baik dari Vietnam dan Indonesia. Buktinya tim asuhan Jesus Casas ini menumbangkan Indonesia dan Vietnam dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Irak yang berjulik ‘Singa Mesopotamia’ memulai langkahnya di Piala Asia 2023 dengan melawan Indonesia. Diyakini Indonesia tak akan berkutik, apalagi dari tiga hasil uji coba versus Libya dan Iran, tim Garuda menelan kekalahan.
Adapun Vietnam disebut sebagai satu-satunya lawan yang bisa diantisipasi Indonesia. Meski peringkat Vietnam jauh di atas Indonesia, yakni ranking 94 FIFA, tim berjuluk ‘Golden Star Warrior’ ini datang ke Qatar dengan kondisi pincang.
Sejumlah pemain kunci Vietnam tak bisa berpartisipasi karena cedera, seperti Nguyen Thien Linh dan sang kapten Que Ngoc Hai. Pelatih Philippe Troussier juga belum mengenal baik skuad Vietnam.
Reuters pun menyebut Indonesia hanya berpotensi meraih kemenangan ketiga sepanjang keikutsertaan di Piala Asia saat melawan Vietnam. Itupun tidak mudah, sebab Vietnam mengalahkan Indonesia di Piala AFF 2022.
“Indonesia berada di peringkat kedua terbawah dari semua tim yang lolos ke turnamen dan kecil kemungkinannya bisa lolos dari babak grup untuk pertama kalinya,” tulis Reuters. (NVR)
