JAKARTA, AKURATNEWS.co – Ribuan pengusaha, tepatnya 2.222 pengusaha yang menamakan diri Pengusaha Bela Bangsa (PBB) mendekrasikan dukungan pada pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Deklarasi yang diberi tema “Prabowo-Gibran Penerus Jokowi… 02 Menang Sekali Putaran… Gaspool” itu digelar di Jakarta, Minggu (14/1).
Dikatakan Ketua Umum PBB, Trisya Suherman, PBB bakal berjuang sekuat tenaga memenangkan paslon Prabowo-Gibran yang didukung langsung oleh Presiden Jokowi.
“Berdiri 2012, kami relawan Jokowi, kami tegak lurus ikut arahan pak Jokowi,” kata Trisya dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Trisya juga meminta seluruh anggotanya agar tak malu-malu menunjukan sikapnya mendukung Prabowo-Gibran.
Pengusaha imbuhnya, kerap bermain di belakang layar saat kontestasi pemilu, namun untuk Pilpres kali ini, Trisya meminta rekan-rekan pengusaha untuk berani menunjukan dukungannya untuk Prabowo-Gibran.
“Kami menghimbau para pengusaha nggak usah ragu menunjukan sikap,” tegasnya.
Trisya mengungkapkan, pengusaha banyak berharap agar pemilu hanya satu putaran lantaran hal itu lebih mengirit anggaran dan segera mendapatkan kepastian usaha.
“Kita ingin menang satu putaran. Kalau dua putaran biayanya besar. Pengusaha ayo kita gaspol. Ini elektabilitas sudah hampir 50 persen. Jadi jangan lupa, datang ke TPS pada 14 Februari di ‘Hari Kasih Suara’ buat paslon 02,” tegasnya.
Sementara itu Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani menyebut, sokongan Pengusaha Bela Bangsa menjadi energi baru bagi tim kampanye Prabowo-Gibran untuk terus bergerak demi memenangkan pasangan ini hanya dalam satu putaran saja.
“Kami ucapkan terima kasih atas dukungannya Pengusaha Bela Bangsa,” ujar Rosan.
Sedangkan anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Hashim Djojohadikusumo menyatakan urgensi Pemilu satu putaran bagi pengusaha lebih kepada kepastian usaha dan stabilitas ekonomi.
“Kalau dua putaran akan memakan waktu empat bulan lagi. Ini nanti menimbulkan ketidakpastian, banyak investor perlu kepastian, kepastian usaha, kepastian aturan-aturan untuk menjaga stabilitas ekonomi, menjamin bahwa ekonomi kita akan tetap berkembang,” ujar Hashim. (NVR)
