Rudal Kheiber Shekan yang dioperasikan IRGC, Foto: Istimewa.

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Perjanjian damai rapuh, Amerika Serikat dan Iran kembali saling serang secara masif. Terbaru IRGC menyasar pangkalan Amerika Serikat di Al Azraq, Yordania, yang selama perang 40 hari tak tersentuh.

Humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa tempat parkir pesawat tempur Amerika Serikat dan pusat komando baru AS di Asia Barat di Al Azraq, Yordania, diserang rudal balistik.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan menyampaikan:

Dengan nama Allah, Yang Maha Menundukkan Para Penguasa Zalim

“Maka barang siapa menyerang kamu, seranglah dia seimbang dengan serangan yang ia lakukan terhadapmu.”

Kepada rakyat Yordania yang terhormat dan bermartabat,

Malam tadi, militer Amerika Serikat, yang dalam pernyataan ini disebut sebagai “pembunuh anak-anak”, melakukan serangan terbuka terhadap berbagai wilayah di Iran dengan menggunakan pangkalan-pangkalan udara yang berada di Yordania.

Salah satu sasaran yang disebutkan adalah area di sekitar sebuah rumah sakit khusus pengobatan kanker anak, sehingga 121 anak penderita kanker harus dievakuasi dari rumah sakit tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat melakukan tindakan seperti itu dengan menggunakan pangkalan di Yordania. Sebelumnya, menurut pernyataan tersebut, 168 anak tewas dalam serangan Amerika terhadap sebuah sekolah dasar di Minab.

Sebagai tanggapan atas serangan-serangan tersebut, pasukan Dirgantara IRGC dalam gelombang kedelapan Operasi Nasr 2, dengan sandi operasi “Ya Zainab al-Kubra (as)”, melancarkan dua gelombang serangan rudal.

Dalam operasi itu, ramp parkir pesawat tempur Amerika Serikat serta pusat komando dan kendali baru Amerika Serikat di Asia Barat yang berada di pangkalan militer besar Al Azraq, Yordania, disebut menjadi sasaran balasan Iran.

Pernyataan tersebut kemudian ditujukan kepada rakyat Yordania:

“Wahai rakyat Yordania yang bermartabat, kalian lebih memahami daripada bangsa mana pun kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis karena telah menyaksikannya secara langsung.

Jangan biarkan tanah suci Yordania, yang merupakan tempat para nabi pernah berpijak, digunakan untuk melakukan kejahatan terhadap anak-anak.

Dengan kemampuan apa pun yang kalian miliki, pukullah kepentingan Amerika Serikat dan bersihkan tanah air kalian dari keberadaan pasukan pendudukan Amerika.”

Rudal Kheibar Shekan

Dalam serangan terbarunya yang menyasar pangkalan militer besar Al Azraq, Yordania, IEGC menggunakan senjata berdaya ledak tinggi dan mematikan yaitu Rudal Kheiber Shekan.

Kheibar Shekan adalah rudal balistik jarak menengah generasi ketiga berbahan bakar padat yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Diperkenalkan pada tahun 2022, rudal ini memiliki jangkauan hingga 1.450 km, mampu melaju dengan kecepatan Mach 2 hingga Mach 3, dan membawa hulu ledak seberat 550 kg.

Sistem Manuver (MaRV): Hulu ledaknya dilengkapi dengan sirip aerodinamis yang memungkinkannya untuk bermanuver pada fase terminal (saat mendekati target) sehingga menyulitkan sistem pertahanan udara seperti David’s Sling maupun Patriot.

Akurasi Tinggi: Menggunakan sistem pemandu canggih yang memungkinkan koreksi jalur selama fase penerbangan berlangsung.

Mobilitas dan Peluncuran: Ukurannya yang relatif kompak dan bobotnya yang mencapai 4,5 ton membuatnya bisa dipasang pada platform peluncur bergerak atau kendaraan komersial biasa, yang memberikan unsur kejutan strategis.

Operasional: Rudal ini telah digunakan dalam berbagai operasi militer Iran, termasuk Operation True Promise dan laporan serangan ke pangkalan udara milik Amerika Serikat di Yordania./Ib.

 

By Editor1