050205-N-0295M-016.Norfolk, Va. (Feb. 5, 2005) – The U.S. Army logistic support vessel General Frank S. Besson Jr. (LSV 1) drops its bow ramp on a beach on board Naval Amphibious Base (NAS) Little Creek, Va., during a training evolution. The prime mission of the ship is the direct transport and discharge of liquid and dry cargo to shallow terminal areas, to remote under-developed coastlines and on inland waterways. It is capable of carrying 2,280 tons of vehicles, including 26 M-1 Abrams tanks, containers or general cargo. U.S. Navy photo by Photographer’s Mate 2nd Class Daniel J. McLain (RELEASED).

JAKARTA, AKURATNEWS.co –  Untuk mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan Militer Amerika Serikat (AS) akan membangun dermaga di pantai Gaza.

Telah dipersiapkan empat kapal Angkatan Darat AS dengan memuat peralatan berton-ton dan segmen dermaga baja menuju ke Gaza, Palestina, Selasa (12/3/2024).

Empat kapal ini menyusul kapal Angkatan Darat pertama yakni kapal logistik Jenderal USAV Frank S. Besson yang sudah meninggalkan Pangkalan Gabungan Langley-Eustis sejak hari Sabtu.

Kapal-kapal tersebut keluar dari dermaga di Pangkalan Gabungan Langley-Eustis, kemudian menuju ke Sungai James sebelum memasuki Samudera Atlantik untuk perjalanan selama sebulan ke Laut Mediterania.

Dermaga tersebut diperkirakan memiliki panjang 1.800 kaki (550 meter), dengan dua jalur, dan Pentagon mengatakan dermaga tersebut bisa menampung pengiriman lebih dari 2 juta makanan setiap hari untuk warga Gaza.

Komandan brigade, Kolonel Angkatan Darat Sam Miller mengatakan, sekitar 500 tentaranya akan berpartisipasi dalam misi tersebut. Secara keseluruhan, para pejabat Pentagon mengatakan nantinya total sekitar 1.000 tentara AS akan terlibat.

Menyebutnya sebagai misi yang rumit, Miller mengatakan transit tersebut akan memakan waktu sekitar satu bulan, namun hal itu akan bergantung pada cuaca dan kemungkinan keadaan di laut lepas.

Sebenarnya pembangunannya, katanya, memakan waktu sekitar seminggu, tapi bisa juga tergantung cuaca.

PBB mengatakan hampir 2,3 juta penduduk Gaza berjuang untuk mendapatkan makanan.

Namun penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut sangatlah sulit, karena permusuhan yang sedang berlangsung dan kesulitan untuk berkoordinasi dengan militer Israel, yang telah memblokir rute dan memperlambat pengiriman karena selalu diinspeksi./Agn.

 

By Editor1