TEHERAN, AKURATNEWS.co – Israel diduga menyerang balik Iran setelah tiga ledakan terdengar di dekat kota Isfahan, Jumat (19/4) pagi.
“Kota Ghahjaworstan terletak di dekat Bandara Isfahan dan pangkalan kedelapan Angkatan Udara,” demikian laporan kantor berita FARSÂ seperti dikutip dari CNN.
Iran Press TV juga melaporkan bahwa ledakan terdengar di dekat pusat kota. Namun penyebab ledakan ini belum diketahui.
Al Jazeera yang mengutip ABC News juga menyebut rudal Israel telah menghantam sebuah lokasi di Iran. Imbas ledakan ini, semua penerbangan ke kota-kota besar Iran ditutup sementara.
“Semua penerbangan menuju kota Teheran, Isfahan, dan Shiraz, bandara di Barat, Barat Laut, dan Barat Daya telah ditangguhkan,” demikian pengumuman Direktur Humas salah satu perusahaan bandara Iran.
Ledakan ini terjadi di tengah situasi was-was serangan balasan Israel ke Iran. Beberapa waktu terakhir pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan akan melakukan serangan balasan, meski sudah diwanti-wanti Barat.
“Saya ingin menegaskan, kami akan membuat keputusan kami sendiri dan Israel akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk mempertahankan diri,” kata Netanyahu.
Namun seorang pejabat Iran mengatakan suara tiga ledakan yang terdengar di Kota Isfahan merupakan akibat sistem pertahanan udara.
“Ledakan yang terdengar di Isfahan akibat aktivasi sistem pertahanan udara Iran,” kata pejabat itu kepada Reuters.
Pemerintah Iran pun memastikan tak ada serangan rudal untuk saat ini.
“Beberapa drone telah berhasil ditembak jatuh pertahanan udara Iran, tidak ada laporan mengenai rudal untuk saat ini,” kata juru bicara badan antariksa Iran, Hossein Dalirian.
Seorang sumber terpercaya mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa fasilitas nuklir Iran yang berada di Provinsi Isfahan masih aman setelah serangan drone berlangsung. Iran memang memiliki 13 fasilitas pengembangan nuklir hingga militer di wilayah tersebut. Media Iran lainnya juga melaporkan hal yang sama mengenai keamanan fasilitas nuklir tersebut.
Seorang pejabat AS sementara itu mengonfirmasi bahwa Israel telah melakukan serangan ke Iran. Namun, pejabat itu menyebut sasaran serangan Israel bukanlah fasilitas nuklir. (NVR)
