JAKARTA, AKURATNEWS.co – Banjir bandang menerjang Kelurahan Rua, Ternate, Maluku Utara. Terdapat  22 korban dalam peristiwa tersebut, di antaranya 13 orang meninggal dunia dan sembilan orang mengalami luka-luka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengevakuasi 22 korban.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya sudah mendirikan dua posko pengungsian yang tidak jauh lokasi bencana banjir bandang. Pihaknya juga masih melakukan pencarian terhadap enam orang yang masih hilang dengan menggunakan mesin pompa alkon.

“Penggunaan mesin pompa air akan dioptimalkan dalam 3×24 jam ke depan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, dan TNI/Polri,” ujarnya, Senin (26/8/2024).

Lebih dari tiga unit mesin pompa alkon dari BNPB dikirimkan ke lokasi bencana hari ini, yang lengkap beserta selang ratusan meter dan perangkat eksternalnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan petugas gabungan di lapangan, kata dia, mesin pompa air dipilih untuk memperbesar peluang korban yang hilang ditemukan selamat dibandingkan menggunakan alat berat seperti ekskavator, yang di saat bersamaan sudah disiapkan 10 unit ekskavator oleh Pemerintah  Provinsi (Pemprov) Maluku Utara dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Menurut dia, setiap mesin pompa air tersebut dioperasikan secara serentak untuk menyiram atau membersihkan tumpukan material tanah yang dicurigai di bawahnya menimbun tubuh ke enam korban./Ard. Foto: Ternatehits.

By Editor1