LOMBOK, AKURATNEWS.co – MotoGP Mandalika 2024 yang akan digelar pekan ini diprediksi menjadi salah satu seri paling menantang bagi para pembalap dunia dibandingkan dua edisi sebelumnya.

Ini akan menjadi kali ketiga sirkuit Mandalika menyelenggarakan balapan MotoGP, namun tahun ini menawarkan tantangan yang lebih berat.

MotoGP Mandalika 2024 dijadwalkan pada 29 September – 1 Oktober 2024, dan menjadi bagian dari rangkaian seri dengan MotoGP Emilia Romagna yang baru saja selesai pekan lalu.

Berbeda dengan dua musim sebelumnya, kali ini para pembalap harus menjalani transisi cepat dari Eropa ke Asia, termasuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

Pada edisi pertama MotoGP Mandalika 2022, balapan ini berdiri sendiri di awal musim. Ketika itu, MotoGP Mandalika diselenggarakan pada 20 Maret 2022, dengan jeda dua pekan dari MotoGP Qatar dan jeda serupa sebelum MotoGP Argentina. Jadwal yang lebih longgar memberi para pembalap waktu lebih banyak untuk beradaptasi.

Namun, mulai MotoGP 2023, jadwal Mandalika digeser ke paruh akhir musim, tepatnya pada 15 Oktober. Meski Mandalika menjadi pembuka rangkaian MotoGP Australia dan Thailand, kondisi fisik pembalap saat itu masih prima karena jeda yang cukup panjang sebelum balapan dimulai.

MotoGP Mandalika 2024 menghadirkan tantangan baru dengan jadwal yang lebih ketat. Para pembalap baru saja menyelesaikan balapan di Emilia Romagna yang membuat mereka harus terbang jauh dari Italia ke Indonesia hanya dalam waktu singkat.

Mereka juga harus segera menyesuaikan diri dengan kondisi fisik, cuaca tropis, dan waktu yang lebih padat.

Cuaca di Mandalika yang tidak menentu menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhitungkan oleh para pembalap.

Di kawasan Lombok, perbedaan suhu dan kelembapan dengan Eropa sangat drastis. Oleh karena itu, pembalap yang mampu beradaptasi dengan cepat akan memiliki keuntungan besar.

Sesi latihan bebas pada Jumat, 27 September 2024 akan menjadi uji coba pertama para pembalap menghadapi tantangan baru ini.

Mereka tidak hanya harus fokus pada kecepatan, tetapi juga mengelola stamina dan ketahanan fisik setelah perjalanan jauh.

Menurut beberapa analis MotoGP, faktor ketahanan fisik menjadi krusial di Mandalika tahun ini, terutama dengan jadwal balapan yang padat dan minim jeda.

Mereka yang mampu menjaga kondisi fisik di level tertinggi akan lebih mudah mengatasi tantangan ini dan berpotensi meraih hasil maksimal.

Untuk diketahui, sirkuit Mandalika dikenal sebagai salah satu trek yang menantang dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat.

Para pembalap akan menghadapi trek dengan panjang 4,31 kilometer yang dilengkapi dengan 17 tikungan. Selain itu, pemandangan eksotis dari Lombok akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar MotoGP.

Hasil di Mandalika sering kali dipengaruhi kemampuan pembalap dalam beradaptasi dengan kondisi trek yang berubah-ubah.

Sejumlah pembalap top seperti Francesco Bagnaia dan Marc Marquez diprediksi akan kembali bersaing ketat, namun kejutan dari pembalap lain seperti Jorge Martin atau Fabio Quartararo juga sangat mungkin terjadi.

MotoGP Mandalika 2024 tidak hanya soal kecepatan di lintasan, tetapi juga tentang siapa yang mampu mengelola tantangan fisik dan cuaca dengan baik.

Dengan jadwal yang semakin ketat, balapan di Lombok ini bisa menjadi salah satu seri penentu dalam perburuan gelar juara dunia. (NVR)

By Editor1