Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengungkapkan, dalam OTT ini, KPK mengamankan total tujuh orang di Bengkulu. Selain Rohidin, beberapa pihak lainnya juga terjaring dalam operasi senyap tersebut. KPK turut menyita sejumlah uang sebagai barang bukti, meskipun jumlah nominalnya belum diungkap secara resmi.
“Kami sedang mendalami konstruksi perkara ini. Detail kronologi penangkapan dan dugaan tindak pidana korupsi akan kami sampaikan dalam konferensi pers nanti malam,” ujar Tessa kepada awak media, Minggu (24/11).
OTT ini diduga berkaitan dengan pungutan untuk kebutuhan Pilkada 2024. Rohidin diketahui memang mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu untuk periode 2024-2029 bersama pasangannya, Meriani. Pasangan ini berhadapan dengan pasangan calon Helmi Hasan dan Mi’an dalam kontestasi Pilkada Bengkulu 2024.
Tanpa tangan diborgol, Rohidin dikawal sejumlah penyidik KPK dan aparat kepolisian menuju lantai dua gedung KPK. Ia tidak memberikan pernyataan apa pun kepada awak media yang telah menunggu sejak siang.
OTT terhadap Rohidin Mersyah ini menjadi pukulan serius di tengah proses Pilkada Bengkulu yang saat ini memasuki masa-masa krusial. Dugaan bahwa pungutan tersebut digunakan untuk mendukung kampanye Pilkada semakin memanaskan tensi politik di provinsi tersebut.
Sejumlah pihak menduga bahwa pungutan dilakukan terhadap pihak-pihak tertentu untuk mendanai kampanye atau operasional pasangan Rohidin-Meriani. Namun, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai peran masing-masing pihak yang ditangkap, termasuk sejauh mana keterlibatan Rohidin dalam kasus ini. (NVR)
