YERUSALEM. AKURATNEWS.co –  Meski dalam situasi yang tak mudah, warga Palestina menjalankan ibadah puasa tahun ini dengan penuh semangat.

Bahkan Imam masjid Al-Aqsa Sheikh Ekrima Sabri meminta warga Palestina mengintensifkan kehadiran ke masjid yang terletak di Yerusalem Timur selama Ramadan meskipun ada pembatasan dari Israel.

“Bulan suci (Ramadan) telah tiba dan rakyat Palestina tetap teguh di tanah mereka, menolak penggusuran dan kompromi,” kata Ekrima yang juga menjabat sebagai kepala Komite Muslim Tinggi di Yerusalem, dalam sebuah pernyataan dikutip Anadolu, Minggu (2/3/2025).

Dikatakan Ekrimma, masjid Al-Aqsa saat ini masih dikepung tentara Israel merespons meningkatkan warga Palestina yang datang beribadah di dalam masjid. “Setiap tahun, pendudukan Israel berusaha mengganggu ibadah umat Islam di Al-Aqsa dan ini merupakan pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan beribadah,” tambah Ekrima.

Ulama berusia 86 tahun itu mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk menyatukan upaya untuk melindungi Masjid Al-Aqsa. Hampir setiap tahun selama bulan Ramadan, otoritas Israel memberlakukan pembatasan akses terhadap warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa.

Sebelumnya siaran Israel, KAN, mengatakan polisi tidak akan mengizinkan warga Palestina yang dibebaskan dari penjara dalam beberapa minggu terakhir untuk memasuki lokasi konflik selama bulan Ramadan.

KAN mengatakan polisi akan mengerahkan 3.000 personel setiap hari di pos pemeriksaan menuju Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa selama bulan puasa. Polisi hanya merekomendasikan izin kepada 10.000 warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan.

“Izin akan diberikan kepada pria yang berusia lebih dari 55 tahun dan wanita yang berusia lebih dari 50 tahun,” kata KAN.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Umat Yahudi menyebut daerah itu sebagai temple mount atau situs dua kuil Yahudi di zaman kuno. Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al Aqsa berada selama Perang Arab-Israel tahun 1967./Ib.

By Editor1