JAKARTA, AKURATNEWS.co – Katy Perry dan kawan-kawan  yang baru saja selesai melakoni misi ke ruang angkasa bersama Blue Origin mendadak jadi bahan perdebatan di media sosial. Bukannya menuai pujian, misi ini justru diserbu tudingan rekayasa dan pencitraan, terutama setelah beredar video momen janggal saat kapsul mendarat.

Dalam rekaman yang viral, terlihat pintu kapsul New Shepard sempat terbuka dari dalam oleh kru sebelum buru-buru ditutup kembali. Padahal, hanya beberapa menit kemudian, Jeff Bezos—pendiri Blue Origin, dengan gagah membuka palka kapsul menggunakan alat khusus untuk menyambut para penumpang, termasuk Katy Perry.

Adegan ini langsung memicu keraguan dan komentar sinis. Banyak pengguna X (dahulu Twitter) menyebutnya sebagai “sandiwara” demi pencitraan.

“Palsu! Mereka buka pintu dari dalam, lalu pura-pura disambut Bezos dari luar. Semua demi show!” tulis salah satu komentar yang dikutip Dailymail, Kamis (17/4/2025).

Diketahui, Katy Perry tidak sendirian dalam misi luar angkasa tersebut yang diinisiasi oleh Blue Origin. Selain pelantun lagu Fireworks, dalam pesawat itu juga ada Lauren Sánchez, tunangan pemilik Blue Origin Jeff Bezos, Gayle King (jurnalis), Amanda Nguyen (aktivis HAM), Kerianne Flynn (produser film dan filantropis), dan Aisha Bowe (mantan ilmuwan NASA)

Tudingan paling keras datang dari netizen yang sejak awal skeptis. Mereka menilai momen pintu dibuka dari dalam, lalu ditutup, sebagai “bukti” bahwa skenario penyambutan dari luar oleh Bezos hanya demi pencitraan media.

Beberapa teori konspirasi beranggapan bahwa pintu kapsul tidak seharusnya bisa dibuka dari dalam karena tekanan udara dan sistem pengaman. Tapi sebenarnya, karena kapsul New Shepard hanya terbang di ketinggian 107 km dan tidak mengalami pembakaran ulang layaknya wahana dari Stasiun Luar Angkasa, maka sistemnya jauh lebih sederhana.

Sejak tragedi Apollo 1, pintu kapsul memang dirancang bisa dibuka baik dari dalam maupun luar, maksimal dalam 60 detik. Jadi, sangat mungkin jika Katy Perry dan kru lainnya membuka pintu terlalu cepat, lalu diminta menutup kembali agar Bezos bisa tampil “heroik” membuka dari luar.

Tidak berhenti di pintu kapsul, para penganut teori konspirasi juga menyoroti emblem misi luar angkasa Katy Perry. Beberapa mengklaim simbol di baju kru menyerupai lambang setan seperti Baphomet atau salib terbalik jika dibalik. Fakta bahwa seluruh kru perempuan terbang saat masa Paskah pun dianggap mencurigakan oleh mereka yang percaya misi ini punya agenda tersembunyi.

“Kenapa Katy Perry? Kenapa saat Paskah? Ini bukan kebetulan,” tulis salah satu komentar yang menyebar luas.

Menurut psikolog Dr Daniel Jolley dari University of Nottingham, teori semacam ini sering muncul ketika orang merasa tidak punya kendali atau sulit memahami dunia di sekitar mereka. “Luar angkasa adalah hal yang sulit dijangkau secara fisik dan mental. Jadi wajar kalau sebagian orang lebih nyaman percaya versi mereka sendiri,” ujarnya.

Terlepas dari semua spekulasi, misi luar angkasa Katy Perry tetap sukses kembali ke Bumi dengan selamat. Namun, kontroversi yang menyertainya jelas menunjukkan bahwa di era digital, pencapaian luar angkasa pun tak lepas dari tudingan drama./Ib.

By Editor1