JAKARTA, AKURATNEWS.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih terjadi di tanah air, meski Indonesia telah merdeka hampir delapan dekade. Hal tersebut ia ungkapkan dalam sambutan acara Halalbihalal bersama para purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (6/5) sore.
“Kita negara kaya, tetapi kok kekayaannya tidak dirasakan oleh rakyat kebanyakan?” ujar Presiden Prabowo dalam pidato yang disampaikan di hadapan sekitar 1.200 purnawirawan dan tamu undangan.
Presiden menyatakan keprihatinannya terhadap para senior yang masih hidup dalam keterbatasan. “Jujur saya sangat prihatin. Masih banyak senior saya yang hidup susah, rumah masih ngontrak,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa sejak menjadi taruna AKABRI dan lulus tahun 1974, ia telah mempersembahkan seluruh jiwa raganya untuk bangsa. Ia menyoroti bahwa setiap kali Indonesia hendak maju, selalu ada gangguan berupa konflik horizontal yang menghambat. “Sebagai tentara, kita tahu ini adalah divide et impera,” tegasnya.
Jangan Lengah, Pegang Teguh Pancasila
Dalam pesannya kepada para purnawirawan, Prabowo menekankan pentingnya menjaga warisan para pendiri bangsa, yaitu Pancasila dan UUD 1945. Ia menilai, keduanya telah menjadi bagian dari jati diri prajurit Indonesia. “Di Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, nilai-nilai itu mandarah daging,” katanya.
Namun, ia juga menyayangkan masih adanya pihak-pihak di kalangan elite yang tidak memahami atau pura-pura tidak memahami makna Pancasila dan UUD 1945. Akibatnya, kekayaan nasional justru banyak yang mengalir ke luar negeri. Hal inilah yang mendorong Prabowo terjun ke dunia politik dan mendirikan Partai Gerindra sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa.
“Angkatan 45 mengajarkan pantang menyerah. Saya tidak rela kekayaan kita tidak dinikmati rakyat. Itu yang utama,” ujarnya penuh semangat.
Demokrasi dan Peran TNI
Menanggapi tudingan bahwa TNI ingin tampil dalam kekuasaan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa TNI adalah institusi yang menghormati demokrasi. Ia menekankan bahwa para purnawirawan yang ingin terjun ke politik harus mengikuti aturan main demokrasi melalui partai politik. “Karena itu saya, Pak Wiranto, dan Pak Edi Sudradjat mendirikan partai politik,” jelasnya.
Membangun Bangsa Butuh Estafet dan Kolektivitas
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa membangun bangsa tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, apalagi oleh segelintir orang. “Semua yang kita capai hari ini adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Bangsa ini dibangun bersama,” tegasnya.
Ia pun menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, termasuk para purnawirawan, untuk terus menyumbangkan tenaga dan pemikiran demi kemajuan Indonesia.
“Kenyataan dunia hari ini masih sama: yang kuat menekan yang lemah. Karena itu, hanya bangsa yang kuat dan sejahtera yang akan bertahan,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wapres ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, para menteri, Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, Kapolri, serta unsur legislatif dan tamu VIP lainnya./Fptp: Dok. Pusspen TNI.
