PEKANBARU, AKURATNEWS.co – Suasana malam di Riau kini tak lagi hanya diselimuti kegelapan dan keheningan.
Lampu-lampu rotator biru polisi menyapu jalanan, menyinari sudut-sudut kota dengan kehadiran yang menenteramkan.
Sabtu (17/5) malam, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar patroli skala besar, bukan sekadar unjuk kekuatan, tapi wujud nyata dari komitmen untuk menjaga rasa aman masyarakat.
Dari Pekanbaru hingga ke wilayah pinggiran, seluruh jajaran kepolisian digerakkan dalam gelombang patroli terkoordinasi.
Bukan sembarang patroli, ini adalah bagian dari peluncuran besar Tim RAGA, pasukan khusus yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk menekan premanisme dan kriminalitas jalanan yang kerap meresahkan.
“Pak Kapolda telah memerintahkan seluruh jajaran melakukan patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto.
Dalam perintahnya, Kapolda Riau tak hanya menekankan pentingnya kehadiran fisik aparat, tapi juga simbol-simbol visual yang mampu membangun rasa aman. Lampu rotator biru menjadi penanda, bahwa polisi hadir, berjaga, dan siaga.
Tim ini bukanlah sekadar satuan tugas biasa. Nama RAGA memiliki makna yang dalam: bukan hanya raga dalam arti tubuh, tetapi juga jiwa. Sebuah filosofi pelayanan yang menempatkan kepolisian sebagai penjaga marwah dan pelindung Tuah bumi Riau.
Tim ini digerakkan oleh nilai-nilai:
- Responsif, menangani laporan masyarakat secara cepat, baik langsung maupun melalui media sosial.
- Adil, memperlakukan masyarakat tanpa diskriminasi.
- Gesit, berpikir rasional dan bertindak kreatif di lapangan.
- Aktif, hadir langsung di titik-titik rawan dan krusial.
Kapolda Irjen Herry menjelaskan bahwa kehadiran Tim RAGA merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), menjawab dinamika keamanan di masyarakat yang terus berkembang.
Dengan patroli 24 jam, mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman yang nyata dan merata.
“Mereka tidak hanya berkantor di markas, tapi langsung hadir di tengah-tengah masyarakat. Apel pun bisa dilakukan di tempat umum, agar masyarakat benar-benar melihat dan merasakannya,” tambah Kombes Anom.
Di sejumlah titik rawan, masyarakat menyambut baik kehadiran tim ini. Para pedagang, pengemudi ojek online, hingga warga yang baru pulang dari tempat kerja merasa lebih tenang saat melihat kilau rotator biru dan sosok berseragam yang berjaga.
“Biasanya saya was-was pulang malam, tapi sekarang terasa beda. Ada polisi lewat terus,” ujar Dedi, seorang pekerja lepas di Pekanbaru.
Kehadiran tim ini diharapkan tak hanya bersifat sementara. Ini adalah bentuk layanan jangka panjang, bagian dari transformasi. (NVR)
