KUALA LUMPUR, AKURATNEWS.co – Kejutan terjadi di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Rabu (28/5) malam saat ASEAN All Stars berhasil mengalahkan raksasa Premier League, Manchester United (MU) dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal ASEAN All Stars saat ‘mengkangkangi’ MU ini dicetak Maung Maung Lwin dari Myanmar pada menit ke-71, berkat serangan balik cepat yang diawali umpan terobosan pemain Australia, Adrian Segecic.

Namun sorotan utama dari laga ini datang dari penampilan solid salah satu wakil Indonesia, Kakang Rudianto, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68.

Pemain Persib Bandung itu tampil disiplin dan berperan penting dalam meredam serangan gencar Setan Merah di babak kedua, memastikan ASEAN All Stars bisa mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit akhir dibunyikan.

Sejak peluit awal, MU yang turun dengan nama-nama seperti Andre Onana, Harry Maguire, Casemiro, dan Kobbie Mainoo, mendominasi penguasaan bola.

Namun, ketatnya pertahanan ASEAN All Stars membuat MU kesulitan menciptakan peluang matang. Sandro Reyes dan Nguyen Hai Long sempat beberapa kali mengancam balik, membuat lini pertahanan MU bekerja keras.

Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Ruben Amorim pada menit ke-30 dengan menarik keluar Maguire dan Casemiro tak memberi banyak perubahan. Patrick Dorgu dan Mainoo memang sempat menciptakan peluang, tetapi tak ada yang benar-benar membahayakan gawang kiper ASEAN, Pattiwat Khammai.

Di babak kedua, MU tetap mencoba pendekatan yang sama. Bruno Fernandes dan Alejandro Garnacho masuk, tetapi serangan mereka masih menemui jalan buntu.

Solidnya pertahanan ASEAN All Stars, yang diperkuat Amani Aguinaldo, Harrison Delbridge, dan Kan Mo, benar-benar membuat frustrasi skuad tamu.

Pada menit ke-68, pelatih ASEAN All Stars, Kim Sang Sik memasukkan Kakang Rudianto menggantikan Irfan Fandi untuk memperkuat lini belakang.

Keputusan ini terbukti tepat: hanya tiga menit kemudian, serangan balik cepat yang dipimpin Segecic mampu menembus lini belakang MU. Maung Maung Lwin yang menerima umpan terobosan tanpa kawalan berarti melepas tembakan yang tak mampu dibendung kiper Tom Heaton. ASEAN All Stars unggul 1-0.

Setelah unggul, MU menggempur habis-habisan. Bruno Fernandes, Garnacho, bahkan Jonny Evans terus mencoba membuka pertahanan ASEAN. Namun Kakang Rudianto tampil sebagai pahlawan di lini belakang.

Berkali-kali ia memotong umpan, memenangi duel udara, dan menghalau bola keluar dari area bahaya. Pemain asal Persib itu tak gentar menghadapi tekanan tim elit Eropa, bahkan ketika situasi pengepungan terjadi di 10 menit terakhir.

Pada menit ke-83, satu pemain Indonesia lainnya, Malik Risaldi (Persebaya Surabaya), juga masuk menggantikan Azam Azmi. Meski seorang penyerang, Malik lebih banyak turun membantu pertahanan, menambah kekuatan blokade ASEAN All Stars.

Hasil ini bukan hanya kemenangan di atas kertas, tetapi juga kemenangan simbolis yang menunjukkan bahwa talenta-talenta sepakbola Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mampu bersaing melawan tim-tim besar dunia.

Bagi Kakang Rudianto secara pribadi, laga ini menjadi panggung unjuk gigi yang menunjukkan potensinya sebagai salah satu bek muda terbaik di kawasan.

“Kami sangat bangga bisa mengalahkan tim sebesar Manchester United. Ini bukan hanya soal menang, tapi soal menunjukkan bahwa pemain ASEAN juga punya kualitas. Saya senang bisa berkontribusi menjaga pertahanan,” ujar Kakang seusai laga.

Dengan performa solid ini, tak heran jika para pencinta sepak bola di kawasan kini semakin menaruh harapan besar pada pemain-pemain muda ASEAN, termasuk Kakang Rudianto, untuk bersinar lebih jauh di panggung internasional.

SUSUNAN PEMAIN:

ASEAN All Stars: Pattiwat Khammai; Amani Aguinaldo, Kan Mo, Harrison Delbridge; Adamson, Sandro Reyes, Sergio Aguero, Declan Lambert; Nguyen Hai Long, Dukuly, Abdel Coulibaly.

Manchester United: Onana; Munro, Maguire, Heaven; Dalot, Ugarte, Casemiro, Dorgu; Moorhouse, Mainoo; Hojlund. (NVR)

By editor2