JAKARTA, AKURATNEWS.co – Momen langka terjadi, dua jet tempur siluman Amerika Serikat (AS), F-35A Lightning II dan F-22 Raptor, mengawal pesawat Presiden Rusia Vladimir Putin pulang ke Rusia setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Donald Trump di Alaska.
Moen ini tak hanya langka, tetapi juga menarik perhatian dunia dimana jet tempur siluman andalan Washington memberi perlindungan kepada pemimpin negara musuh bebuyutannya.
Video yang dibagikan situs resmi Presiden Federasi Rusia; Kremlin.ru, Sabtu (16/8/2025), menunjukkan kedua jet tempur canggih AS itu terlihat mengapit pesawat Ilyushin Il-96-300, yang juga dikenal sebagai “Kremlin Terbang”, saat meninggalkan wilayah udara Alaska menuju Moskow.
Pengawalan itu tentu tak sampai ke Moscow, tetapi hanya sampai perbatasan kedua negara.
Putin, yang mengunjungi AS setelah 10 tahun, tiba di Alaska pada hari Jumat. Dia mengunjungi Alaska untuk membahas beberapa isu penting, termasuk kemungkinan berakhirnya perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022 setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.
Putin tiba di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, dan disambut oleh Trump. Kedua pemimpin berjalan di karpet merah melewati barisan kehormatan sebelum berpose untuk foto bersama.
Dalam sesi foto tersebut, sebuah pesawat pengebom B-2 Spirit, yang dikawal oleh empat pesawat tempur F-22, melakukan penerbangan lintas udara.
Putin mendarat di Alaska dengan pesawat Ilyushin Il-96-300. Si “Kremlin Terbang” ini berakar dari era Soviet akhir sebagai penerus pesawat penumpang Il-86. Pesawat ini dikembangkan oleh Biro Desain Ilyushin pada tahun 1980-an.
Tujuan Ilyushin Il-96-300 adalah untuk menyediakan opsi penerbangan jarak jauh yang modern untuk penggunaan komersial dan pemerintahan. Awalnya dirancang untuk transportasi penumpang, Il-96-300 mulai beroperasi pada Juli 1993.
Sebagai pesawat kepresidenan utama, pesawat ini memiliki empat mesin. Pesawat ini adalah Ilyushin Il-96-300PU berbadan lebar dan jarak jauh, sebuah Il-96 yang telah dimodifikasi secara ekstensif, dengan dua huruf terakhir berarti “Command Point” dalam bahasa Rusia./Ib. Foto: Tangkapan Layar Video.
