JAKARTA, AKURATNEWS.co – Tak lama setelah rumah Eko Patrio, rumah anggota DPR dari Fraksi PAN lainnya, Surya Utama atau yang lebih dikenal dengan Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur juga digerudug dan dijarah massa Sabtu (30/8) malam.
Aksi penjarahan ini tak hanya menyasar barang, bahkan kucing peliharaan Uya pun ikut digondol.
Setelah berhasil masuk, massa langsung merusak bagian depan rumah, termasuk memecahkan beberapa kaca jendela.
Meski tampak berusaha tegar, Uya mengaku hanya bisa pasrah atas apa yang menimpa rumahnya.
“Iya, intinya aku ikhlas saja,” ujar Uya.
Soal ikut dijarahnya kucing-kucing kesayangannya ikut dijarah massa, Uya menyebut hal itu menjadi salah satu yang paling menyedihkan baginya.
“Nggak apa-apa, aku ikhlas. Cuma kalau kalian lihat kerja ku selama ini seperti apa. Yang bikin sedih, kucing-kucing yang notabene makhluk hidup juga dijarah. Itu saja,” ucapnya dengan nada getir.
Meski begitu, Uya memastikan dirinya dan keluarga dalam kondisi aman.
“Insya Allah aman,” pungkasnya.
Sebelumnya, Uya sudah meminta maaf secara terbuka.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi berapa hari terakhir ini, atas apa yang saya lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja,” kata Uya Kuya melalui akun Instagramnya @king_uyakuya
Sebagai wakil rakyat, Uya menyadari ulah, perkataan, dan tindakannya yang dianggap tidak pantas menjadi pemicu demonstrasi massa hingga menimbulkan banyak korban.
“Kami memahami bahwa apa yang terjadi ini mengakibatkan luka yang mendalam bagi rakyat Indonesia, terutama korban yang harus gugur dan terluka akibat bentrokan-bentrokan yang terjadi,” tambah komedian sekaligus presenter itu.
Penjarahan rumah Uya Kuya ini merupakan rangkaian dari kasus serupa yang menimpa Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Fraksi NasDem, di Tanjung Priok, Jakarta Utara serta Eko Patrio, politikus PAN di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam dua hari terakhir, gelombang massa mendatangi rumah para wakil rakyat.
Sama seperti beberapa insiden penjarahan rumah anggota DPR lainnya, penjarahan di rumah Uya Kuya juga diwarnai absennya aparat kepolisian. (NVR)
