JAKARTA, AKURATNEWS.co – Setelah sempat menghilang di tengah gelombang aksi unjuk rasa 25–31 Agustus 2025 yang berujung ricuh, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akhirnya kembali terlihat.
Kemunculannya disorot publik karena selama sepekan penuh ia absen dari berbagai agenda politik penting yang biasanya tak pernah ia lewatkan.
Walau memang nyaris seluruh anggota DPR tak pernah terlihat menyambangi para pendemo, namun biasanya Dasco munimal memberikan pernyataan terkait situasi negara yang tengah trending.
Kontan saja, menghilangnya Dasco ini menjadi pertanyaan besar. Kemana gerangan kah Wakil Ketua DPR ini?
Dasco sendiri baru muncul pertama kali pada Senin (1/9) malam ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar makan malam bersama 320 personel pengamanan di halaman Kompleks Parlemen Senayan. Personel itu terdiri dari 100 prajurit TNI, 200 anggota Polri, dan 20 unsur pimpinan.
Acara tersebut juga diwarnai kehadiran sejumlah tokoh, termasuk artis Raffi Ahmad yang ikut mendampingi Dasco.
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo menegaskan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa telah diatur undang-undang. Ia meminta aparat tetap humanis, namun tetap tegas jika ada pelanggaran.
“Kalau sudah merusak, membakar, melakukan perusakan fasilitas publik apalagi objek vital internasional, tentu aparat harus mengambil langkah tegas,” tegas Kapolri.
Di hari yang sama, Dasco juga terlihat mendampingi Ketua DPR, Puan Maharani menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh agama, ketua umum parpol, serta perwakilan buruh di Istana Negara.
Dua agenda inilah yang menjadi tanda kembalinya Dasco ke panggung politik setelah absen hampir sepekan.
Dasco juga tak terlihat mendampingi Presiden Prabowo dalam sejumlah agenda penting, seperti saat jumpa pers bersama ketum parpol di Istana (31/8), takziah ke rumah duka Affan Kurniawan pengemudi ojol yang tewas tertabrak rantis Brimob (28/8), hingga kunjungan Prabowo menjenguk korban demo di RS Polri (1/9) siang.
Absennya Dasco kian jadi sorotan karena ia terakhir muncul pada 26 Agustus, ketika memberi klarifikasi soal tunjangan perumahan anggota dewan sebesar Rp50 juta per bulan. Pernyataan itu justru memicu protes lebih besar.
Sejak saat itu, Dasco seolah menghilang. Padahal ia dikenal sebagai figur vokal, kerap tampil di media sebagai juru bicara politik Prabowo maupun DPR.
Ketiadaan Dasco bahkan memicu sejumlah spekulasi di publik dan media sosial.
Soal ini, pengamat politik Uchok Sky menilai perubahan sikap Dasco cukup mencolok.
“Biasanya Dasco bisa menyelesaikan persoalan dalam hitungan jam. Kok tiba-tiba menghilang ditelan hiruk pikuk isu kemarahan rakyat kepada DPR,” ujar Uchok, Selasa (2/9).
Hingga kini, baik Dasco maupun Partai Gerindra belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan absennya ia dari publik. Publik pun menanti penjelasan Dasco yang selama ini dikenal lihai meredam isu politik.
Publik juga masih menyisakan pertanyaan besar soal sikap DPR menjawab kritik mereka. (NVR)
