BANDAR LAMPUNG, AKURATNEWS.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menegaskan bahwa penanganan bencana banjir di wilayahnya tidak hanya difokuskan pada evakuasi fisik dan distribusi bantuan, tetapi juga menyentuh aspek psikologis masyarakat.

Hal ini disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika dalam keterangannya pada Jumat (12/9).

“Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” ujar Helmy.

Sejak bencana banjir melanda Lampung Barat, Polda Lampung telah menerjunkan 37 personel ke dua titik lokasi banjir. Mereka membantu proses evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik bagi 95 kepala keluarga terdampak.

Data sementara mencatat ada 6 rumah rusak berat (4 di antaranya hanyut terbawa arus), 3 rumah rusak sedang, serta 86 rumah rusak ringan.

Selain itu, personel juga diperintahkan untuk mendirikan posko darurat, menyalurkan air bersih dengan pompa alkon, serta membersihkan rumah warga yang masih terendam lumpur bersama TNI dan masyarakat setempat.

Kapolda menekankan pentingnya penanganan psikologis pasca-bencana. Ia menyebut trauma healing akan menjadi program berkelanjutan hingga masyarakat dinilai stabil.

“Tim psikolog kepolisian membantu pengungsi mengatasi rasa takut dan cemas. Mereka juga mendampingi korban untuk mengurangi stres akibat bencana,” jelas Helmy.

Program trauma healing ini difokuskan di posko pengungsian, bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan dan distribusi makanan. Helmy menilai, pendampingan emosional sama pentingnya dengan pemulihan fisik, agar warga terdampak bisa segera bangkit.

Dalam penanganan bencana ini, Polda Lampung bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta organisasi kemasyarakatan seperti PMI. Menurut Helmy, kerja sama lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat.

“Dengan sinergi lintas instansi, pemulihan akan lebih cepat. Dukungan penuh masyarakat membuat penanganan lebih menyeluruh,” kata Helmy.

Kapolda menegaskan bahwa Polri tidak hanya menjalankan tugas evakuasi dan logistik, tetapi juga memastikan kondisi keamanan warga tetap terjaga di tengah bencana.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis,” tegas Helmy.

Langkah menyeluruh ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Lampung yang terdampak banjir. (NVR)

By editor2