JAKARTA, AKURATNEWS.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan memeriksa Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan (RN) pada Sabtu (4/10/2025) yang merupakan hari libur di kantor Polda Kalbar.
Pemeriksaan yang terkesan senyap atau diam-diam tersebut terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Mempawah 2015.
“Nah, mengapa dilakukan pada hari Sabtu? Karena memang penyidik pada pekan kemarin secara maraton melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan jumlahnya cukup banyak, baik dari pihak swasta, pihak PNS atau ASN di pemerintah Kabupaten Mempawah, jadi memang banyak yang dilakukan pemeriksaan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025).
Apalagi, kata Budi, KPK juga sudah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, seperti di rumah dinas bupati Mempawah hingga rumah dinas dan kediaman pribadi Ria Norsan. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK mengamankan dan menyita sejumlah petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
“Artinya memang penyidikan secara maraton ini dibutuhkan oleh penyidik. Secara intens beberapa saksi dipanggil dan kemudian saudara RN dijadwalkan di hari Sabtu karena memang hari-hari sebelumnya itu sudah banyak juga saksi yang dipanggil, dijadwalkan untuk pemeriksaannya dan dimintai keterangannya,” jelas dia.
Budi mengatakan Ria Norsan diperiksa dalam kapasitas sebagai bupati Mempawah 2015. Dalam pemeriksaan tersebut, kata dia, penyidik KPK meminta keterangan Ria Norsan terkait mekanisme pengajuan DAK untuk pembangunan Jalan di Mempawah, mulai dari proses pengajuan, perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban DAK tersebut.
Karena anggarannya dari pemerintah pusat melalui DAK, kata Budi, KPK juga sudah memeriksa saksi dari Kementerian Keuangan dan Banggar DPR.
“KPK sebelumnya juga melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak di kementerian/lembaga di pusatnya seperti Kementerian Keuangan, kemudian dari DPR atau dari Banggar untuk mendalami terkait dengan proses penganggaran tersebut dari proses pengajuannya seperti apa, kemudian nanti apa namanya, disahkannya anggaran itu, nah itu semuanya didalami, termasuk juga terhadap saksi saudara-saudara RN ini diperiksa, didalami, terkait dengan peran-peran yang bersangkutan dalam perkara tersebut,” pungkas Budi./Ib. Foto: Istimewa.
