JAKARTA, AKURATNEWS.co – Menjaga dan mengelola lingkungan sekitar bukan saja hanya menjadikan asri dan alami, tetapi lebih dari itu, mengelola lingkungan juga menjadi ibadah.
Rasulullah Saw panutan kita bersabda :
إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
_ “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.”_
(HR. Bukhari dan Ahmad).
▪︎ Ekoteologi mengajak kita untuk menjadikan setiap langkah pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari ibadah, maka sempatkan untuk menanam pohon sebelum terjadi kiamat.
Menanam pohon adalah sedekah. Mengurangi sampah adalah amal jariyah. Menghemat air dan listrik adalah bentuk syukur. Menjaga sungai, hutan, dan laut adalah bukti bahwa kita tidak sekadar membaca ayat, tetapi menjaga ayat-ayat Allah yang terbentang di alam semesta.
Jika menanam pohon bernilai sedekah, maka merusak hutan, mencemari sungai, dan membiarkan sampah berserakan jelas bertentangan dengan ruh iman.
Wallaahua‘lam bisshawaab
