JAKARTA, AKURATNEWS.co – Santap Sahur adalah waktu makan yang dianjurkan bagi umat Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa. Menu yang dikonsumsi saat sahur tentu berdampak terhadap energi, konsentrasi, serta daya tahan tubuh sepanjang hari.
Selain makanan utama, minuman  yang dipilih juga memiliki peran besar, salah satunya adalah teh. Banyak orang terbiasa minum teh saat sahur karena rasanya yang ringan dan menenangkan. Namun, apa efek minum teh saat sahur dari segi kesehatan?.Â
Jenis-Jenis Teh dan Kandungannya
Dilansir dari laman Antara, teh berasal dari daun tanaman Camellia sinensis yang diolah dengan berbagai metode sehingga menghasilkan jenis teh yang berbeda. Setiap jenis teh memiliki kandungan dan efek yang tidak sama terhadap tubuh. Salah satu jenis yang paling umum adalah Teh Hijau. Teh Hijau dikenal kaya akan antioksidan, terutama katekin, yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas.
Kandungan kafeinnya relatif lebih rendah dibandingkan kopi, sehingga dapat membantu meningkatkan fokus tanpa menyebabkan lonjakan energi berlebihan. Saat sahur, Teh Hijau dapat membantu tubuh terasa lebih segar dan tidak terlalu mengantuk setelah bangun tidur.
Berikutnya adalah Teh Hitam yang melalui proses oksidasi lebih lama dibandingkan Teh Hijau. Teh Hitam memiliki rasa lebih kuat dan kandungan kafein yang sedikit lebih tinggi. Minum Teh Hitam saat sahur dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, namun jika dikonsumsi berlebihan bisa memicu rasa haus lebih cepat selama puasa.
Efek Minum Teh saat Sahur
Dikutip dari laman The Healthy Muslim, ada beberapa efek atau risiko yang membuat kebiasaan minum teh saat sahur harus dihindari karena tidak baik untuk tubuh, antara lain sebagai berikut:
-
Cepat Lemas
Minum teh mungkin memberikan kekuatan pada seseorang karena mengandung kafein, namun sifatnya hanya sementara. Hal ini yang menyebabkan rasa lemas timbul saat puasa sudah mulai dijalankan sejak pagi hingga sore hari. Teh yang diberikan gula agar manis juga sifatnya hanya memberikan energi selama setengah jam saja. Satu hingga dua jam kemudian, tenaga tubuh akan kembali menurun.
-
Sering Buang Air Kecil
Teh memiliki sifat diuretik atau membuat seseorang ingin buang air kecil. Cairan tubuh akan terkuras lebih cepat akibat sifat diuretik tersebut. Rasa haus akan menjadi lebih cepat datang dan asupan cairan dalam tubuh semakin cepat berkurang karena perasaan ingin buang air kecil yang menjadi lebih besar.
-
Rasa Haus Berlebih
Minuman teh hangat tentu akan menjadi lebih nikmat jika dipermanis dengan tambahan gula, baik gula pasir, gula diet, maupun gula merah. Saat leher terekspos dengan makanan yang terlalu manis, maka otak akan merespon untuk minum lebih banyak untuk mentralisirnya. Hal ini jika terjadi saat puasa sudah berjalan tentu akan merepotkan karena rasa haus akan semakin terasa sepanjang hari.
-
Tenggorokan dan Mulut Kering
Ketika minum satu gelas teh, maka rasa haus yang datang harus segera digantikan dengan tiga gelas air putih dalam takaran yang sama. Cairan pengganti rasa haus sebaiknya memang langsung dikonsumsi saat sahur berlangsung namun kebanyakan orang akan mengalami perut kembung karena terlalu banyak minum. Jika rasa haus itu tidak dipenuhi saat ibadah puasa telah berlangsung, maka bisa jadi tenggorokan dan mulut akan terasa lebih kering. Rasa haus pun akan semakin kuat dirasakan karena belum sempat mengganti efek teh dengan air putih.
-
Tekanan Darah Menurun dan Denyut Nadi Meningkat
Setiap orang memiliki kondisi tubuh dan proses adaptasi yang berbeda-beda dariasupan gizi yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini bukan berarti seseorang tidak boleh minum  teh saat sahur sama sekali. Jika dirasa minum teh sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun dan tubuh tidak mengalami hambatan atau keluhan, kebiasaan ini dilanjutkan. Namun jika tekanan denyut nadi meningkat, maka anjuran dari para ahli pun bisa dijadikan bahan pertimbangan.
Minum teh saat sahur menimbulkan berbagai efek, baik positif maupun yang perlu diwaspadai. Jenis teh seperti Teh Hijau Teh  Hitam, dan Teh Oolong menawarkan manfaat antioksidan serta membantu meningkatkan fokus. Namun, kandungan kafein dan tanin di dalamnya dapat memengaruhi hidrasi dan penyerapan nutrisi jika tidak dikonsumsi dengan bijak.
Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan jenis dan jumlah teh yang diminum saat sahur agar tubuh tetap bertenaga dan nyaman menjalani puasa sepanjang hari. Dengan pemilihan yang tepat, teh bisa menjadi pelengkap sahur yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.
Demikian ulasan tentang efek minum teh saat sahur. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
Ada pula Teh Oolong yang berada di antara Teh Hijau dan Teh Hitam dalam hal proses fermentasi. Teh ini memiliki cita rasa khas dan kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Selain itu, Teh Oolong dipercaya membantu metabolisme tubuh, sehingga cocok bagi mereka yang ingin menjaga berat badan selama bulan puasa.
Selain teh dari daun teh asli, terdapat juga teh herbal seperti Chamomile, Peppermint, atau Jahe. Teh herbal umumnya tidak mengandung kafein sehingga lebih aman bagi lambung sensitif. Teh Jahe, misalnya, dapat membantu menghangatkan tubuh dan mengurangi rasa mual saat sahur./Agn.
