JAKARTA, AKURATNEWS.co – Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismai (YPPHUI) menginisiasi gerakan Penyelamatan dan Pengarsipan Film Nasional.

Dalam acara yang digelar di Gedung PPHUI pada Kamis, 16 April 2026 tersebut, dihadiri oleh Irini Dewi Wanti selaku Direktur FMS DitJen PPPK Kemenbud RI.

Ketua YPPHUI, Sonny Pudjisasono bersama Sekretaris YPPHUI menyebut bahwa  Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional tersebut merupakan tindaklanjut pernyataan komisi 7 DPR.RI ketika RDP bersama pemangku perfilman nasional.

Dalam RDP tersebut, komisi 7 DPR RI menyebut bahwa pemerintah lalai untuk melakukan penyelamatan film nasional ada ribuan film nasional rusak musnah hilang.

“Saya selaku ketua pphui sinematek indonesia, mencoba klarifikasi kpd komisi 7 dprri, bahwa data yg ada diperoleh anggota komisi 7 dprri tsb.kurang akurat mengingat yang lalai adalah kita semua karena pengarsipan film nasional belum menjadi skala prioritas terhadap pengarsipan film nasional, kita eforia asyiek dengan kemajuan produksi film nasional serta mendapat apresiasi dari masyarakat,” kata Sonny Pudjisasono.

Dalam RDP disebut pula bahwa kita semua terlena terhadap pengarsipan film nasional  tersebut, sehingga kita lalai bahwa pengarsipan dan penyelamatan film ini penting karena nantinya dapat dinikmati oleh anak cucu kita generasi mendatang pada 5 tahun atau 10 tahun akan datang.

“Alhamdullilah telah dilakukan penyelamatan pengarsipan film nasional yang di lakukan oleh Sinematek Indonesia,Yayasan Pusat Perfilman H.Usmar Ismail dan kami selaku pimpinan dari YPPHUI  mengundang anggota DPRRI untuk melihat dan berkunjung keberadaan Sinematek Indonesia”, lajut Sonny.

Dalam melakukan pengarsipan, YPPHUI melakukan secara mandiri sejak tahun 1994 hingga 2026. Meski begitu, dalam aksi penyelamatan dan pengarsipan film nasional, pihak YPPHUI mengaku belum memenuhi syandar Internasional./Ib

By Editor1