LEBANON, AKURATNEWS.co — Keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia kembali berduka. Prajurit TNI AD Praka Rico Pramudia, anggota Satgas Kontingen Garuda UNIFIL, meninggal dunia di Beirut, Lebanon, Kamis (23/4/2026) waktu setempat.
Praka Rico, 31 tahun, mengembuskan napas terakhir setelah hampir sebulan jalani perawatan intensif akibat luka berat. Luka itu diderita saat markas UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, dihantam ledakan proyektil pada Sabtu malam, 29 Maret 2026.
UNIFIL lewat akun resmi X, Jumat (24/4/2026), menyampaikan duka:
“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam.” tulisnya.
Sebelumnya Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, serangan 29 Maret itu makan korban 4 prajurit TNI, yaitu Praka Farizal Rhomadhon gugur di tempat, Praka Rico Pramudia luka berat, wafat 23/4/2026, Praka Bayu Prakoso luka ringan, sudah ditangani, Praka Arif Kurniawan luka ringan, sudah ditangani.
Dengan gugurnya Praka Rico, total prajurit TNI yang telah gugur selama penugasan UNIFIL di Lebanon menjadi 4orang.
Mabes TNI menyatakan jenazah Praka Rico akan dipulangkan ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta untuk dimakamkan secara militer di kampung halamannya di Bengkulu.
Atas musibah ini, Pihak TNI juga menyiapkan santunan dan beasiswa bagi anak almarhum. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan belasungkawa,
“Praka Rico adalah patriot bangsa. Pengorbanannya dalam misi perdamaian dunia tidak akan kami lupakan. Negara hadir untuk keluarga yang ditinggalkan.”, kata Panglima TNI./Ib.
